kumparan
13 Okt 2019 7:35 WIB

Fokus Mancini Adalah Prestasi Italia, Bukan Rekor Pribadi

Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini. Foto: Andreas SOLARO / AFP
Roberto Mancini diambang sejarah. Skor 2-0 yang diraih Italia atas Yunani pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu (13/10/2019) dini hari WIB, membuat dirinya telah mencatatkan delapan kemenangan beruntun untuk 'Gli Azzurri'.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, Mancini cuma butuh satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor milik Vittorio Pozzo. Pozzo adalah pelatih Italia era 1930-an yang pernah mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di semua ajang.
Nah, rekor inilah yang berpotensi didapat Mancini. Mengingat lawan yang bakal Italia hadapi selanjutnya 'cuma' Liechtenstein, kemungkinan mantan pelatih Manchester City itu untuk meraihnya amat besar.
Gelandang Italia, Jorginho, berduel dengan seorang pemain Yunani. Foto: Alberto Lingria
Meski demikian, Mancini enggan memikirkan hal tersebut. Kalau pun benar-benar bisa melakukannya, ia tak merasa bahwa hal itu sebagai sesuatu yang membanggakan. Terlebih, Mancini belum menjuarai apapun untuk Italia. Tak seperti Pozzo.
"Pozzo melegenda karena dia menjuarai Piala Dunia dua kali. Bukan karena memenangi sembilan laga secara beruntun," tegas Mancini, dilansir dari Football Italia.
ADVERTISEMENT
Maka, yang kemudian diinginkan Mancini adalah fokus pada laga berikutnya untuk memperbaiki performa, alih-alih guna mencetak rekor pribadi.
Fakta bahwa Italia sempat kesulitan saat melawan Yunani menjadi salah satu penyebab. Mancini menilai timnya tak bermain bagus pada babak pertama. Skor 0-0 yang kala itu menghiasi adalah buktinya.
"Kami bertemu tim yang menumpuk pemain di belakang dan bermain bertahan. Kami terlalu terburu-buru pada babak pertama," papar Mancini.
"Harusnya kami bisa lebih sabar memindahkan bola untuk membuka ruang. Kami malah banyak memainkan umpan panjang dan itu bukan sesuatu yang bagus," ucapnya.
Untungnya, Italia mampu bangkit dan berubah pada babak kedua. Masuknya Federico Bernardeschi cukup memengaruhi perubahan tersebut. Italia mulai banyak memanfaatkan lebar lapangan dan terlihat lebih solid.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, apa yang diharapkan tercipta. Italia mencetak dua gol kemenangan yang masing-masing lewat penalti Jorginho serta sepakan jarak jauh Bernardeschi.
"Pada babak kedua kami lebih rileks. Kami berusaha untuk tetap fokus dan mencapai apa yang kami inginkan," ungkap Mancini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan