kumparan
17 Mar 2019 20:36 WIB

Genoa Beri Juventus Kekalahan Perdana Musim Ini

Paulo Dybala (kiri) berduel dengan Ivan Radovanovic (kanan) pada laga Genoa vs Juventus. Foto: Massimo Pinca/Reuters
Juventus akhirnya takluk juga di Serie A. Bertanding melawan tuan rumah Genoa pada pekan ke-28, La Vecchia Signora menelan kekalahan 0-2.
ADVERTISEMENT
Sebelum bertanding melawan Genoa di Marassi, Minggu (17/3/2019), Juventus sudah unggul 18 poin atas Napoli yang berada di posisi kedua. Dengan sepuluh pekan tersisa menuju akhir musim, semestinya gelar juara Serie A sudah berada dalam satu genggaman ‘Si Nyonya Tua’.
Singkat kata, Juventus masih punya tabungan cukup. Sejelek-jeleknya, mereka masih bisa terpeleset enam kali sebelum Napoli bisa menyamakan perolehan poin. Tak disangka, Bianconeri memilih untuk "menggunakan" satu dari enam kesempatan itu pada laga melawan Genoa.
Well, tentu saja Juventus tidak sengaja mengalah. Namun, melihat susunan pemain yang ada, tim besutan Massimiliano Allegri itu memang cuma sebatas menginjak setengah kopling --jalan, sih, jalan... tapi tidak kencang.
Tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo yang diistirahatkan, plus cederanya sejumlah pemain seperti Giorgio Chiellini, Blaise Matuidi, Andrea Barzagli, dan Sami Khedira, Juventus tampil dengan trio lini belakang berisikan Leonardo Bonucci, Daniele Rugani, dan Martin Caceres. Sementara lini tengah diisi oleh kuintet Miralem Pjanic, Emre Can, Rodrigo Bentancur, Joao Cancelo, dan Alex Sandro.
ADVERTISEMENT
Di depan, Juventus mengandalkan Mario Mandzukic dan Paulo Dybala. Sedangkan di bawah mistar, Allegri memainkan Mattia Perin --ini adalah pertama kalinya Perin kembali ke Marassi setelah pindah dari Genoa pada Juni 2018.
Genoa sendiri terbukti pernah menyulitkan Juventus. Oktober 2018, mereka menahan imbang The Old Lady 1-1 di Turin, di mana gol Ronaldo dibalas oleh Daniel Bessa. Dari Agustus 2018 sampai Maret 2019, mereka adalah salah satu tim yang mampu menjegal Juventus --dua lainnya adalah Atalanta dan Parma yang sama-sama memberi Juventus hasil imbang.
Bek Juventus, Martin Caceres, diadang oleh Domenico Criscito (nomor 4). Foto: Massimo Pinca/Reuters
Namun, kali ini, Genoa betul-betul memanfaatkan timpangnya permainan Juventus. Tim besutan Cesare Prandelli tersebut bahkan bisa saja unggul pada babak pertama kalau penalti mereka tidak dibatalkan oleh VAR.
ADVERTISEMENT
Awalnya, wasit Marco Di Bello memberikan penalti kepada tuan rumah setelah melihat bola mengenai tangan Cancelo. Namun, setelah melihat tayangan via VAR, Di Bello membatalkan keputusan itu. Ia melihat bola terlebih dulu mengenai tangan Cristian Kouame sebelum berbelok mengenai Cancelo.
Kouame setidaknya punya dua peluang sebelum pertandingan berjalan setengah jam. Meski begitu, dua kali tendangannya menemui nasib yang sama: Melebar. Lewat setengah jam, Antonio Sanabria dan Esteban Rolon bergantian mengancam gawang Perin.
Perin betul-betul bekerja keras di babak pertama; ia sempat menepis sepakan kaki kiri Sanabria ketika sudah berhadapan satu lawan satu. Pada lain kesempatan, peluang Rolon dari dalam kotak penalti malah melambung.
Pada babak kedua, giliran Juventus yang dirugikan oleh VAR. Gol Dybala dibatalkan ketika sang pemain sudah berselebrasi. Ada klaim yang menyebut bahwa telah terjadi offside sebelum proses terjadinya gol. Pemain Juventus terkejut, sementara pendukung Genoa --tentu saja-- bersorak.
ADVERTISEMENT
Juventus akhirnya kebobolan dua gol dalam rentang sembilan menit. Gol pertama Genoa tercipta pada menit ke-72 melalui eks pemain Juventus, Stefano Sturaro, menyusul assist dari Goran Pandev. Lalu, pada menit ke-81, gantian Pandev yang mencetak gol setelah menerima umpan terobosan Kouame.
Genoa sendiri layak mendapatkan apresiasi atas agresivitas yang mereka tunjukkan. Per catatan ESPNFC, Il Grifone membuat 18 percobaan dengan 5 di antaranya tepat sasaran. Juventus? Mereka membuat 6 percobaan tanpa ada satu pun yang mengarah tepat ke sasaran.
Tak ada peluang lagi tercipta setelahnya. Juventus pun pulang dengan tangan hampa.
====
*Catatan Editor: Tulisan telah mengalami perubahan pada bagian penjelasan mengenai dianulirnya gol Dybala. Keterangan yang didapat redaksi sejauh ini adalah gol tersebut dibatalkan karena terjadi offside.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan