Pencarian populer
14 Januari 2018 13:08 WIB
0
0
Gini Wijnaldum, Kepergian Coutinho, dan Keberuntungan Manchester City
Wijnaldum (kiri) pada laga vs Southampton. (Foto: Jason Cairnduff/Reuters)

Liverpool memang betul-betul dibuat tak berdaya saat bersua Manchester City pada putaran pertama musim 2017/18. Kala itu, dalam kondisi tertinggal 0-1, mereka harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Sadio Mane dikartu merah wasit dan setelah itu, gelontoran empat gol mereka terima tanpa mampu membalas sekali pun.
Kekalahan dari City itu adalah awal dari masa sulit yang sempat dialami Liverpool. Sejak itu, sampai akhirnya bangkit kembali pada laga melawan Huddersfield Town, Liverpool sempat menelan dua kekalahan plus lima hasil imbang dalam sembilan laga Premier League dan Liga Champions.
Situasinya kini sudah jauh berbeda. Sejak menang 3-0 melawan Huddersfield, Liverpool sudah tak terkalahkan dalam 15 pertandingan Premier League dan Liga Champions. Ini belum termasuk bagaimana mereka juga selalu menang di Piala FA dan Piala Liga. Tak heran jika optimisme kembali mulai melanda Liverpool.
Optimisme itu semakin membuncah tatkala "Si Merah" berhasil mendatangkan Virgil van Dijk dari Southampton. Dengan banderol 75 juta poundsterling, pemain asal Belanda itu kini menjadi bek termahal dunia. Sayangnya, optimisme itu pun kini juga sedikit ternoda menyusul kepindahan Philippe Coutinho ke Barcelona.
Jelang laga menghadapi City, Minggu (14/1/2018) malam WIB, gelandang andalan Liverpool, Georginio Wijnaldum, buka suara terkait kepergian Coutinho tersebut.


"Semua tim bakal merindukan pemain sekaliber drinya. Dia adalah salah satu pemain terbaik di klub ini dan sebagai manusia, dia jauh lebih baik lagi," ujar Wijnaldum seperti ditukil dari The Guardian. "Dia ingin pindah ke klub impiannya dan kami semua turut berbahagia karena dia adalah sosok yang baik. Dia sama sekali tidak arogan, Anda takkan pernah mendengarnya berkata, 'Akulah yang terbaik,' atau semacamnya."
"Phil adalah sosok yang telaten mendengarkan apa kata pelatih dan dia bekerja keras di dalam tim. Kami semua menikmati rasanya bermain bersama dirinya. Tentunya, aku sedih dia harus pergi karena bersamanya, kami lebih baik," imbuh pemain yang akrab disapa Gini ini.
Walau begitu, menurut Wijnaldum, kepergian Coutinho ini tidak membuat beban yang ditimpakan manajer Juergen Klopp kepada pemain lain menjadi semakin berat. Kata pemain 27 tahun ini, Klopp bukan sosok manajer seperti itu.
"Satu-satunya tekanan yang dia berikan kepada kami adalah untuk memberikan 100%. Yang membuat dia marah adalah ketika kami tidak serius. Apabila Anda gugup, takut, atau tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, di situlah dia bakal marah," papar Wijnaldum.
"Baginya, yang terpenting adalah bagaimana kami bermain secara tim. Dia selalu menekankan bahwa kami cuma bisa menang sebagai tim, bukan individu. Ketika semua pemain tampil bagus, itu bakal semakin mudah, tetapi ketika Anda melakukannya secara kolektif, Anda bisa mencapai lebih," sambungnya.


Lalu, bagaimana dengan kans Liverpool mengalahkan Manchester City pada pertemuan kedua ini? Well, di sini Wijnaldum secara tak langsung juga mengumbar optimisme dengan menyebut bahwa City hanya beruntung ketika menang 5-0 di pertemuan pertama.
"Apa yang dilakukan Sadio (Mane) itu tak disengaja. Kadang, hukumannya kartu merah, kadang kartu kuning. Pada pertandingan antara Newcastle dan Swansea situasi serupa juga tercipta dan (pemain Newcastle) Matt Ritchie hanya diberi kartu kuning. Jadi, dalam taraf tertentu, City memang beruntung kala itu. Sejak Sadio dikartu merah, segalnya jadi sangat sulit."
"Namun, Anda tak bisa menyalahkan kesialan atau kartu merah ketika Anda kalah dengan skor seperti itu. Kami berbuat beberapa kesalahan dan City menunjukkan kelas mereka. Semoga di Anfield nanti situasinya bisa tetap 11 lawan 11 dan dengan begitu, kami punya kans lebih besar," harap Wijnaldum.
Adapun, Georginio Wijnaldum sendiri sebenarnya punya memori manis tatkala bersua City pada Januari 2017 silam. Kala itu, mantan pemain Feyernoord dan PSV ini mencetak gol tunggal yang jadi gol kemenangan bagi Liverpool.
"Aku cuma beruntung ketika itu," kata Wijnaldum. "Itu adalah momen yang menyenangkan, tetapi kami tak boleh tenggelam di masa lalu."

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: