kumparan
1 Jun 2018 22:31 WIB

Gol Dedik Setiawan Bawa Arema Kembali ke Jalur Kemenangan

Selebrasi gol Arema FC. (Foto: Dok. Liga Indonesia)
Setelah kalah 0-2 dari PSMS Medan pada Sabtu (26/5/2018), Arema FC kembali meraih kemenangan pada Jumat (1/6) malam WIB. Bermain di depan publik sendiri, di Stadion Kanjuruhan, Singo Edan mengalahkan PSIS Semarang 1-0 berkat gol Dedik Setiawan di menit 37.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini tentunya membuat asa Purwaka Yudhi dan kolega untuk lepas dari jerat degradasi kembali tersulut. Kini, Arema berada di peringkat ke-17 Liga 1 dengan torehan 12 poin.
Laga ini berjalan tak mudah untuk Arema. Di 35 menit awal laga, ide Milan Petrovic, pelatih Arema, untuk bermain dengan tempo yang cepat dengan menitikberatkan pada permainan umpan panjang bisa diantisipasi dengan baik oleh PSIS. High-pressing yang dilancarkan anak-anak asuh Vincenzo Alberto Annese membuat serangan Arema selalu buntu ketika sampai di sepertiga akhir lawan.
Di sisi lain, PSIS sempat mengacam lini belakang Singo Edan melalui skema serangan balik dengan satu-dua kali sentuhan.
Saat laga berjalan 24 menit, Bayu Nugroho berhasil merebut bola dari pemain Arema. Tak lama, Bayu melancarkan aksi dribel dari tengah lapangan hingga ke kotak penalti. Hal ini membuat Arthur Cunha tak punya pilihan selain melancarkan tekel keras kepada penyerang berusia 26 tahun itu. Wasit pun meniupkan peluit akibat tekel bek Arema itu.
ADVERTISEMENT
Nah, di kala sedang buntu-buntunya, Arema mendapatkan kans emas di menit 36. Saat itu, pemain belakang PSIS malah melancarkan umpan kepada Ahmet Atayev. Gelandang Arema itu pun menahan bola sebentar agar Dedik Setiawan bisa lepas dari kawalan lini belakang PSIS yang sedang berlari kencang menuju ke kotak penalti.
Tak lama, Atayev melancarkan umpan kepada Dedik yang sudah ada di kotak penalti. Jandia Eka Putra sudah berusaha menghentikan peluang itu. Namun, bukannya berhasil menghentikan bola, tangkapan kiper tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu hanya menyentuh kaki Dedik, sementara bola berhasil masuk ke dalam gawangnya.
Penoton bergemuruh, Dedik melepaskan tinju ke udara sebelum dikerubungi pemain Arema yang lain. Keunggulan 1-0 bagi Arema bertahan hingga babak pertama selesai.
ADVERTISEMENT
Karena tertinggal satu gol, PSIS pun menerapkan skema high-pressing dengan lebih agresif di babak kedua. Para pemain PSIS tak ragu melakukan kontak fisik hingga tekel keras.
Hal ini terlihat jelas bahkan saat babak kedua belum berjalan satu menit. Ketika itu, Ridwan Tawainella terjatuh akibat duel udara dengan penyerang PSIS, Aldaier Makatindu. Kemudian, pada menit 60, giliran Rivaldi Bauwo yang terjatuh akibat berduel dengan dua pemain PSIS sekaligus.
Tekanan yang diberikan PSIS ini membuat Arema tak jarang membikin kesalahan. Salah satunya terjadi di menit 64. Dari sisi kanan lapangan, Muhamad Yunus melancarkan umpan ke kotak penalti Arema. Umpan memang berhasil dibuang bek Arema. Namun, bola hasil buangan itu malah sampai ke kaki Bayu. Beruntung, sepakan Bayu dari luar kotak penalti berhasil ditepis oleh kiper Arema, Joko Ribowo.
ADVERTISEMENT
Demi mengontrol kembali pertandingan, Petrovic pun mengganti Rivaldi Bauwo dengan Thiago Furtuoso di menit 65. Empat menit kemudian, Furtuoso berhasil menginisiasi serangan balik Arema. Sayang, saat penyerang asal Brasil tinggal berdua saja dengan Jandia, ia memilih melancarkan tembakan yang arahnya entah ke mana.
Hingga pertandingan usai, kedua tim berusaha ekstra keras untuk mencetak gol. Namun, saat wasit meniupkan peluit tanda pertandingan usai, keunggulan 1-0 bagi Arema tetap terjaga.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan