kumparan
11 Sep 2019 17:33 WIB

Gol Tunggal Sutan Zico Bawa Timnas U-19 Kalahkan Iran

Selebrasi dari Sutan Zico. Foto: Dok. PSSI
Timnas U-19 Indonesia berhasil membalas dendam atas Iran. Usai kalah 2-4 pada pertemuan pertama di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (7/9/2019) lalu, kini Timnas U-19 berhasil meraih kemenangan.
ADVERTISEMENT
Bertanding di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (11/9/2019) sore WIB, Timnas U-19 menang dengan skor 1-0. Gol tunggal pasukan Fakhri Husaini ini diciptakan oleh Sutan Zico pada menit ke-48. Kemenangan ini menjadi modal yang bagus bagi David Maulana dan kolega untuk menuju babak Kualifikasi Piala Asia, November mendatang.
***
Tak seperti di pertandingan Sabtu (7/9/2019) lalu, kali ini Fakhri Husaini merombak total susunan 11 pemain awalnya. Bagus Kahfi, Sutan Zico, Rendy Juliansyah, dan Imam Zakiri menjadi tumpuan di lini depan.
Lalu, Brylian Adama dan David Maulana menjadi poros ganda di lini tengah Timnas U-19. Kali ini, Fakhri memarkir Beckham Putra yang sukses membuat satu assist pada pertandingan pertama.
ADVERTISEMENT
Timnas U-19 memulai pertandingan dengan menyerang. Dua peluang langsung didapat 'Garuda Muda' pada lima menit pertama pertandingan. Namun, usaha Imam dan Bagus masih bisa digagalkan penjaga gawang Iran.
Namun, Iran bukannya tak bisa menekan. Kecepatan pemain-pemain Iran dari kedua sisi sangat bisa merepotkan lini belakang Timnas U-19. Pada menit ke-23, Mahdi Mohammad memiliki peluang tetapi tendangan kerasnya masih bisa ditangkap penjaga gawang.
Muhammad Adisatryo kembali melakukan penyelamatan penting pada menit ke-29. Kemelut di depan gawang Timnas U-19 membuat bola kemudian diterima oleh Aria Barzegar. Tendangan keras kaki kiri dari Baregar masih bisa diamankan Adisatryo.
Kendati terus menekan, Iran tak leluasa untuk menembus pertahanan Timnas U-19. Disiplinnya para pemain belakang termasuk dua bek sayapnya, yakni Bagas Kaffa dan Salman Alfarid, membuat Iran kesulitan. Belum lagi David Maulana dan Brylian yang begitu sibuk berpatroli di depan empat bek yang dipasang Fakhri.
ADVERTISEMENT
Tapi, David Maulana dan kolega bukannya tak memiliki masalah. Komunikasi yang tak baik di lini depan membuat beberapa kali rangkaian serangan yang dibangun mentah. Salah passing atau umpan daerah yang terlalu deras menjadi kelemahan dalam serangan Timnas U-19.
Mandeknya kedua kesebelasan di lini serang membuat babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Di babak kedua, Timnas U-19 melakukan perubahan dengan memasukkan Rizky Ridho, Muhamad Supriadi, dan Beckham Putra. Perubahan yang membuat serangan Timnas U-19 mengalir dengan deras.
Babak kedua baru berjalan tiga menit, gol tercipta untuk Timnas U-19. Pergerakan cepat Supriadi diteruskan dengan sodoran kepada Sutan Zico. Lewat sepakan kerasnya, Zico berhasil memasukan bola ke dalam gawang. 'Garuda Muda' memimpin 1-0.
ADVERTISEMENT
Berhasil mencetak gol membuat motivasi Timnas U-19 meninggi. Peluang kembali didapatkan melalui Beckham Putra tapi usahanya masih bisa digagalkan penjaga gawang.
Masuknya Beckham dan Supriadi memang menghidupkan tekanan Timnas U-19. Visi dari Beckham ditambah kecepatan Supriadi memberikan variasi sendiri dalam serangan Timnas U-19.
Tekanan tersebut tak membuat lini belakang menjadi rapuh. Disiplinnya keempat bek yang ditampilkan Fakhri membuat Iran kesulitan melakukan penyerangan.
Iran sejatinya memiliki kesempatan emas pada menit ke-81. Seyad Reza yang sudah berhadapan dengan Ernando Ari gagal menuntaskan peluangnya karena sepakannya terlalu lemah.
Konsentrasi lini belakang Timnas U-19 memang mendapat ujian di 10 menit akhir pertandingan. Namun, tangguhnya Ernando di bawah mistar membuat gol urung tercipta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·