kumparan
13 Mar 2019 9:03 WIB

Griezmann: Juventus Unggul di Segala Aspek

Pemain Atletico Madrid, Antoine Griezmann (kiri) usai di kalahkan Juventus di Leg kedua Liga Champions di Allianz Stadium, (13/3). Foto: AFP/Filippo MONTEFORTE
Atletico Madrid berbekal 2 gol saat menyambangi markas Juventus pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/3/2019) dini hari WIB. Sayang, bekal itu tak cukup. Pada akhirnya Atletico 'kelaparan' dan takluk tiga gol tanpa balas--yang semuanya dibuat Cristiano Ronaldo. Buntutnya, pasukan Diego Simeone itu pun tersingkir dengan agregat 2-3.
ADVERTISEMENT
Antoine Griezmann mengakui bila Atletico inferior dibanding Juve. Penampilan ciamik Los Colchoneros pada leg pertama sama sekali terlihat di Allianz Stadium.
"Kami tidak memainkan permainan yang kami inginkan. Itu adalah malam yang buruk dan kami membuatnya lebih mudah untuk Juventus," kata Griezmann kepada Sky Sport Italia.
Atletico kalah nyaris di semua aspek. Untuk pengusaan bola misalnya, mereka hanya mencatatkan persentase sebesar 37%. Sementara dari kuantitas tembakan, pasukan Diego Simeone itu cuma mampu melakukannya 5 kali, tak genap dari sepertiga torehan Juve. Parahnya lagi, tak ada satu pun di antaranya yang mengarah ke gawang Wojciech Szczesny.
“Kami semua kecewa, karena kami tidak bermain dengan baik. Saya siap menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa kami bermain buruk, kami salah tempo dan Juventus unggul di segala aspek."
ADVERTISEMENT
Juve aktif mengeksploitasi tepi pertahanan Atletico sejak awal laga. Federico Bernardeschi, Joao Cancelo, dan Leonardo Spinazzola sebagai mediumnya--baik itu melalui penetrasi maupun umpan silang. Sementara Mario Mandzukic dan Ronaldo bertindak sebagai tower di kotak penalti lawan.
Gol Ronaldo (kiri) ke gawang Atletico Madrid. Foto: REUTERS/Massimo Pinca
Gol pembuka Ronaldo di menit 27 jadi bukti akan tokcernya ramuan Massimiliano Allegri itu. Bukannya merespons dengan baik, Atletico malah kembali kebobolan dengan skema serupa di awal babak kedua.
Keputusan Simeone untuk mengaktifkan mode menyerang--dengan memasukkan Angel Correa dan Vitolo juga tak berbuah hasil. Justru Correa jadi pesakitan karena menjatuhkan Bernardeschi di kotak terlarang. Ronaldo yang diutus sebagai algojo kemudian sukses mengoyak Jan Oblak untuk ketiga kalinya.
Pada akhinya Atletico kudu mengubur dalam-dalam asa untuk melangkah ke babak perempat final Liga Champions. Sialnya lagi, finalis Liga Champions edisi 2015/16 itu terancam kembali mengakhiri musim ini dengan tangan hampa.
ADVERTISEMENT
Gol Ronaldo ke gawang Atletico Madrid. Foto: REUTERS/Massimo Pinca
Selain tersingkir dalam perburuan 'Si Kuping Besar', Atletico juga telah terlempar dari ajang Copa del Rey. Memang peluang untuk menggamit trofi La Liga masih terbuka. Akan tetapi, itu tak akan berjalan mudah sebab Atletico masih terpisah 7 angka dari Barcelona sebagai pemimpin klasemen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan