Pencarian populer

Griezmann Lebih Pilih Piala Dunia daripada Ballon d'Or

Antoine Griezmann menghadiri malam penghargaan Ballon d'Or 2018. (Foto: Franck Fife/AFP)

Antoine Griezmann sudah melakukan segalanya. Termasuk membawa timnya memenangi setiap final pada 2018. Namun, itu semua tak cukup untuk mengantarkan Griezmann ke podium kemenangan Ballon d'Or.

Datang ke malam penghargaan di The Grand Palais, Paris, Prancis, Selasa (4/4/2018), Griezmann memiliki modal meyakinkan. Dia adalah juara dunia bersama Timnas Prancis dalam turnamen yang berlangsung di Rusia. Selain itu, penyerang dengan postur 175 sentimeter ini memenangi Liga Europa plus Piala Super Eropa dengan Atletico Madrid.

Nama Griezmann turut diumumkan dalam acara tersebut, tetapi bukan sebagai pemenang. Penghargaan Ballon d'Or malah jatuh kepada gelandang Timnas Kroasia dan Real Madrid, Luka Modric. Padahal, Modric merasakan dan Kroasia kekalahan dari Prancis pada final Piala Dunia 2018 lalu.

Tak heran jika Griezmann tak sepenuhnya puas dengan pengumuman yang diberikan. Bertambah pula rasa kecewanya setelah gagal merengkuh predikat Pemain Pria Terbaik Dunia dalam FIFA Football Awards, 4 Juli 2018 lalu.

"Saya memenangi Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia. Ini merupakan tahun yang luar biasa, sehingga saya merasa sedikit kecewa tak meraih Ballon d'Or. Namun, malam ini tetaplah besar untuk merayakan para pemenang dan saya harus hadir," ucap Griezmann setelah acara, sebagaimana dilansir oleh FourFourTwo.

Bukan berarti Griezmann ingin bertukar posisi dengan Modric yang gagal menjuarai Piala Dunia. Bagi dia, kesuksesan meraih predikat juara dunia bukanlah anugerah yang bisa didapatkan semua pemain. Dia pun merasa beruntung bisa menjadi salah satunya.

Bersama para pemain Timnas Prancis, Antoine Griezmann meramaikan malam penghargaan Ballon d'Or 2018. (Foto: Franck Fife/AFP)

"Tentu saja saya memilih Piala Dunia ketimbang Ballon d'Or," tutur eks pemain Real Sociedad itu.

Lagi pula, Griezmann melihat kegagalan tahun ini bisa ditebus pada masa mendatang. Di usia 27 tahun, dia merasa jalannya masih panjang atau dengan kata lain, tersedia musim-musim berikutnya untuk menaiki podium kemenangan Ballon d'Or.

Tinggal satu pekerjaan rumah Griezmann: Mempertahankan prestasi apik pada 2018. Itu tidaklah mudah karena kertajamannya agak menurun sejauh musim 2018/19 berlangsung. Hanya 7 gol diciptakan sang pemain dari 20 pertandingan di lintas ajang.

"Saya berada di jalur yang tepat dengan menaiki dua podium. Capaian ini harus terus berlanjut. Dan apabila saya terus tampil seperti ini, mengapa tidak (untuk meraih Ballon d'Or)?" kata Griezmann.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: