Pencarian populer

Guardiola Ada bersama Sterling untuk Menendang Rasialisme

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menjalani jumpa pers di Liga Champions. (Foto: Oli Scarff/AFP)

Jika ada hal yang paling dibicarakan soal Manchester City, maka itu adalah pelecehan rasial yang dialami Raheem Sterling di laga melawan Chelsea. Di tengah pertandingan yang digelar di Stamford Bridge pada Minggu (9/12/2018), ketika Sterling hendak mengambil bola di luar lapangan, empat orang suporter tuan rumah berteriak ke arah telinganya. Belum diketahui kata-kata apa yang dilontarkan, tetapi diduga mengandung pesan rasial.

Seusai laga tersebut, tak ada pemberitaan aneh-aneh menyoal Sterling. Tapi, Sterling buka suara. Ia tak menuding orang-orang yang melecehkannya, tapi berbicara keras kepada media yang menurutnya, menjadi salah satu penyebab mengapa pelecehan rasial marak di Inggris--termasuk di jagat sepak bola.

Loading Instagram...

Ia menunjuk Daily Mail sebagai contoh. Media yang bermarkas di London ini sering mendeskripsikan pemain sepak bola berdasarkan warna kulitnya dan mereka yang berkulit hitam mendapatkan citra negatif.

Media Inggris dan Sterling memang tak akur. Tengok saja kembali pemberitaan macam apa yang pernah dirilis menyoal Sterling. Mulai dari saat membelikan rumah mewah untuk ibunya, tato bergambar pistol di kaki kanannya, hingga berbelanja barang-barang murah--semua dikritik habis-habisan oleh sejumlah media Inggris.

Dukungan untuk Sterling lantas mengalir deras. Pelakon-pelakon sepak bola, apa pun klubnya, bersama-sama mengulurkan tangan agar Sterling dapat tetap berdiri tegak--termasuk sang pelatih, Josep Guardiola.

Bagi Guardiola, ada banyak hal yang bisa ditendang dari lapangan sepak bola dan rasialisme adalah salah satunya. Itulah sebabnya, perlakuan sejumlah media Inggris kepada anak asuhnya itu membikinnya geram. Pelatih asal Catalunya ini bahkan tak habis pikir mengapa media-media Inggris memperlakukan Sterling dengan seenaknya.

"Sesungguhnya saya juga tidak paham mengapa Raheem (Sterling) acap diperlakukan seperti itu. Saya pernah bicara kepadanya saat ia baru datang ke mari. Menurut saya, waktu itu ia aktif di media sosial, terutama Instagram. Saya memintanya untuk melindungi kehidupan pribadinya dan ia melakukannya. Sekarang ia tidak seaktif dulu (di media sosial -red), ia lebih dewasa di dalam maupun luar lapangan. Apalagi, sekarang ia sudah jadi bapak untuk dua orang anak. Saya tidak tahu apa alasan pemberitaan itu. Saya harap kritik cuma datang padanya saat ia bermain buruk atau berbuat onar," jelas Guardiola kepada The Guardian.

"Tapi, kalau orang-orang mempermasalahkan warna kulitnya, percaya pada saya, itu adalah kebodohan. Untuk itu, semua orang, termasuk kami, harus melindunginya dari situasi macam itu. Media tentu memiliki tanggung jawab itu, semua orang di mana pun. Anda dapat menulis hal yang menyinggung dan membuat konflik. (Tapi, sadarilah ini:) Sekarang, media jadi kekuatan paling nyata--bukan politikus atau pemerintah--tapi media. Inilah yang membuatmu punya peluang untuk memikul tanggung jawab itu," kata mantan pelatih Barcelona itu.

Sterling bersama Guardiola. (Foto: Reuters/Phil Noble)

Buntut dari pelecehan rasial kepada Sterling adalah investigasi yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA), kedua klub, dan pihak kepolisian. Bahkan pada Senin (10/12/2018), lewat laman resminya, Chelsea menetapkan larangan menonton di stadion kepada empat orang (yang diduga melakukan pelecehan rasial kepada Sterling -red) sembari menunggu penyelidikan lebih lanjut.

"Rasialisme ada di mana-mana. Orang-orang boleh fokus pada sepak bola, tapi, ya, jangan sepak bolanya saja. Di sekitar kita ada imigran dan pengungsi, bahkan mungkin dulu kakek kita adalah seorang pengungsi. Penting untuk fokus bagaimana memperlakukan mereka di kehidupan sosial, di mana pun. Inilah alasan mengapa kita harus berjuang setiap hari," ucap Guardiola.

"Saya menghargai apa yang dilakukan Chelsea. Jika ini terjadi di klub saya, maka kami harus melakukan hal yang sama. Kita semua, termasuk City, harus berjuang untuk hak asasi manusia untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Yang sedang ada dalam bahaya bukan cuma Inggris, tapi seluruh Eropa. Pesan kepada para politikus adalah supaya mereka bisa teguh membela hak-hak asasi manusia. Dan kita semua harus mempertahankan demokrasi dengan cara terbaik."

"Kita harus menjadi lebih baik, semua orang harus menjadi lebih baik. Olahraga itu begitu mengagumkan karena membuatmu menjalani hidup dengan orang-orang yang berbeda. Anak-anak saya bersekolah dengan orang-orang Inggris, orang-orang kulit hitam, dan semua orang dari mana pun. Rasialisme memang terjadi, tapi kita semua harus melawan dan saling melindungi," tegas Guardiola.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20