kumparan
22 Sep 2019 5:04 WIB

Guardiola: City Bisa Tampil Buas karena Berlaga sebagai Tim

Manchester City pesta gol ke gawang Watford FC. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
Kalau bisa menang telak mengapa harus menang tipis? Kalau bisa mencetak delapan gol mengapa puas dengan satu atau dua gol?
ADVERTISEMENT
Itu bukan pertanyaan retorik. Manchester City membuktikan bahwa menutup laga dengan kemenangan 8-0 bukan perkara mustahil, bahkan saat kau bertanding di kompetisi seberat Premier League. Delapan gol tanpa balas, sekeras itulah City menghantam Watford pada Sabtu (21/9/2019).
Bernardo Silva bahkan membuat hattrick pada pertandingan yang berlangsung di Etihad Stadium itu. Kelima gol lainnya dicetak oleh David Silva, Sergio Aguero, Riyad Mahrez, Nicolas Otamendi, dan Kevin De Bruyne.
Enam pencetak gol dalam delapan torehan. Oke, bukan tim sembarangan yang bisa membuat catatan macam itu.
Manchester City menang 8-0 atas Watford. Foto: REUTERS/Phil Noble
City bahkan sudah tampil buas sejak awal. Ini bukan cuma gol pembuka keunggulan pada menit pertama itu, tetapi juga soal kedudukan 5-0 yang ditorehkan hanya dalam kurun 18 menit.
ADVERTISEMENT
Orang-orang boleh menyebut City tidak menghormati lawan karena kelewat membabi-buta. Namun, bagi Pep Guardiola, gol yang bejibun itu membuktikan bahwa timnya punya kualitas serangan nomor wahid.
"Kualitas pemain di lini serang membuat perbedaan. Kami membuat lima tembakan yang semuanya berakhir dengan gol. Toh bisa saja kami membuat 20 tembakan, tetapi tidak ada yang berujung gol," ujar Guardiola.
Pep Guardiola di laga Manchester City vs Watford. Foto: REUTERS/Phil Noble
Mantan pelatih Barcelona itu sedang tidak omong besar. Dalam kurun 18 menit pertama tadi, City membuat enam upaya tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang.
Guardiola menyebut bahwa agresivitas itu merupakan buah dari komitmen City untuk berlaga sebagai satu tim. Meski mereka sudah unggul telak di babak pertama, para pemain tidak berkompetisi untuk mencetak gol paling banyak. Yang ada, mereka justru bahu membahu agar tim sanggup memperlebar keunggulan.
ADVERTISEMENT
"Salah satu hal yang sangat saya sukai di sini adalah pemain tetap bermain untuk tim meski unggul 5-0. Dalam situasi seperti ini kadang ada pemain yang merasa bermain untuk diri sendiri. Namun, apa yang terjadi di laga tadi adalah kebalikannya. Kami lebih agresif dan terus menekan," jelas Guardiola.
City memang unggul segalanya di laga ini. Bila ditotal, mereka membuat 26 percobaan dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang.
Bandingkan dengan lima tembakan Watford di sepanjang laga. Bicara soal penguasaan bola City unggul jauh. Mereka memenangi 69% penguasaan bola.
Torehan ini tentu begitu penting bagi City. Sebelumnya, mereka dua kali gagal menggamit kemenangan dalam lima laga Premier League 2019/20.
ADVERTISEMENT
Teraktual, ya, kekalahan 2-3 dari Norwich City akhir pekan lalu. Catatan itu lumayan memalukan, mengingat 'Si Kenari' berstatus sebagai tim promosi. Karena itulah kemenangan ini dipercaya bisa memperbaiki morel para pemain, terlebih di tengah jadwal padat yang terus menjadi persoalan.
"Setelah Liga Champions yang merupakan perjalanan panjang dan menyita waktu itu, hari ini menjadi hari yang menyenangkan bagi kami. Bagi para suporter City, ini hari cerah yang disemarakkan dengan gelontoran gol," jelas Guardiola.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan