Pencarian populer

Hajime Moriyasu: Jepang Kalah Setelah 90 Menit

Timnas Jepang memberi hormat usai meraih medali perak Asian Games 2018. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)

Timnas Jepang boleh saja menderita kekalahan dari Timnas Korea Selatan dalam laga final sepak bola putra Asian Games 2018. Namun, bukan berarti mereka tak layak mendapatkan pujian.

Bertempat di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Sabtu (1/9/2018) malam WIB, Timnas Jepang menutup perjalanannya di Asian Games 2018 dengan medali perak akibat kekalahan 1-2 dari Korsel.

Walau menderita kekalahan, pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mengapresiasi performa yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Dia juga mengungkapkan terima kasih atas kesediaan berbagai pihak, seperti klub dan universitas, yang mau menyumbangkan pemain untuk Timnas Jepang, serta kepada para suporter yang sudah datang mendukung.

“Hari ini kami sudah bertarung sekuat tenaga, tak kenal menyerah juga melawan Korsel yang kuat. Mereka (para pemain Jepang) tetap mencari peluang mencetak gol. Para pemain sudah fokus,” ujar Moriyasu dalam jumpa pers seusai laga.

“Sayangnya, kami kalah setelah 90 menit. Korsel sukses mencetak satu gol setelah 90 menit dan saya kira mereka juga berjuang sekuat tenaga seperti kami. Saya akui kami buruk dalam serangan balik, dan kami juga sulit menciptakan peluang ketika menyerang,” tambahnya.

Kekalahan karena gagal memanfaatkan peluang tak membuat Moriyasu risau. Malah, dia merasa senang karena pemainnya mengalami perkembangan yang signifikan. Di matanya, para pemain berkembang dari berbagai segi, juga punya keinginan kuat untuk menang.

“Kami berkembang di berbagai aspek, baik itu dari segi mental, teknik, fisik, dan juga taktikal. Dan kami rasa dengan bermain dalam tujuh pertandingan dalam waktu yang pendek, serta banyak terlibat dalam situasi sulit, para pemain berkembang di setiap laga,” jelas Moriyasu.

Hajime Moriyasu di konferensi pers usai laga vs Korea Selatan. (Foto: Sandi Firdaus/kumparan)

"Ketika turnamen memasuki fase gugur, mereka mulai paham bahwa mereka tak boleh kalah dalam situasi satu lawan satu. Tim ini juga mulai paham pentingnya transisi dalam menciptakan peluang di pertandingan,” katanya menambahkan.

Dengan segala perkembangan yang terjadi di tubuh Timnas Jepang saat ini, Moriyasu memandang ajang Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung pada 2020 dengan optimistis. Persiapan akan segera dilakukan. Dan bukannya tidak mungkin, perombakan skuat bakal dilakukan oleh Moriyasu, meski dia juga tidak menampik akan mempertahankan banyak pemain yang ambil bagian di Asian Games 2018 ini.

“Kami ingin mereka tetap merasa bangga dan tetap berkembang ke depannya,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38