kumparan
19 Jun 2018 5:35 WIB

Harry Kane sang Juru Selamat Inggris

Selebrasi Kane usai cetak gol untuk Inggris. (Foto: REUTERS/Sergio Perez)
Harry Kane hadir sebagai juru selamat Inggris. Pada laga pertama Inggris di Piala Dunia 2018 melawan Tunisia, Selasa (19/6/2018) dini hari WIB, sang kapten jadi penyelamat karena dua golnya mampu menghadirkan kemenangan dengan skor 2-1.
ADVERTISEMENT
Heroiknya, salah satu gol yang dicetak Kane hadir di pengujung babak kedua, tepatnya pada menit 91. Gol tersebut memecahkan kebuntuan Inggris yang sepanjang babak kedua kesulitan mendapat peluang emas dan hampir pasti hanya mendapat satu poin.
Gol pertama Kane sendiri hadir pada menit 11. Dan yang menarik, dua gol yang dicetak oleh penggawa Tottenham Hotspur itu tercipta lewat sundulan yang diawali oleh sepak pojok. Kane membuktikan bahwa dia memang bisa diandalkan Inggris.
Selebrasi gol Harry Kane. (Foto: REUTERS/Jorge Silva)
Ditambah lagi, dua gol yang dicetak Kane juga hadir hanya dari dua tembakan ke gawang yang dilepaskannya sepanjang pertandingan. Peluang emas benar-benar diselesaikannya dengan sempurna.
Dua gol itu kemudian tak hanya membuatnya diganjar gelar man of the match, tapi juga membuatnya memecahkan rekor 28 tahun. Dia menjadi pemain pertama Inggris yang berhasil mencetak dua gol di sebuah laga Piala Dunia setelah Gary Lineker terakhir kali melakukannya pada edisi 1990.
ADVERTISEMENT
Selepas laga, Kane pun mengungkapkan rasa bangganya bisa jadi pahlawan kemenangan Inggris. Namun, di satu sisi, pemain berusia 24 itu merasa seharusnya Inggris bisa mencetak lebih banyak gol di laga itu karena memang secara keseluruhan mereka mampu melepaskan 18 tembakan.
"Ini hal besar. Saya sangat bangga dengan para pemain. Ini [juga] sulit. Kami bermain sangat baik, terutama di babak pertama dan kami harusnya bisa mencetak gol lebih banyak lagi. Kami terus maju. Ini adalah Piala Dunia, Anda pergi hingga detik terakhir," ujar Kane seperti dilansir BBC.
"Saya sangat bangga. Kami melakukan banyak pekerjaan dalam latihan dan kami menunjukkannya dalam laga ini. Kami meninggalkan rasa gugup dan kegirangan dari permainan," tambah dia.
ADVERTISEMENT
Setelah laga kontra Tunisia ini, Kane masih akan menjadi andalan Inggris untuk laga sisa Grup G menghadapi Panama dan kemudian Belgia. Dengan dua gol dan apa yang ditunjukkannya pada laga tadi, akankah Kane bisa terus jadi juru selamat Inggris di Rusia?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan