Pencarian populer

Hidayat Siap Mundur dan Jadi 'Whistle' Blower Pengaturan Skor

PSS Sleman vs Madura FC. (Foto: Instagram/@pssleman)

Sorotan tajam tertuju kepada anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, setelah tudingan yang dialamatkan oleh Manajer Madura FC, Januar Herwanto.

Diutarakan oleh Januar dalam program Mata Najwa bertajuk 'PSSI Bisa Apa?' bahwa Hidayat meminta agar Madura FC mengalah dari PSS Sleman dalam pertandingan Liga 2. Uang sebesar Rp 100-150 juta ditawarkan apabila Januar bersedia bekerja sama untuk pengaturan pertandingan.

Karena Januar menyebut nama, Najwa Shihab menghubungi Hidayat melalui sambungan telepon. Di sini, sang tertuduh melayangkan bantahan dan berdalih bahwa dirinya tidak mungkin menjerumuskan Madura United yang berada di bawah kepemilikannya.

Aksi Januar ternyata tak sekadar di depan kamera televisi. Dia telah menyusun laporan kepada Komisi Disilpin (Komdis) PSSI dengan mencantumkan nama Hidayat. Bak gayung bersambut, badan hukum di federasi tersebut menindaklanjuti laporan Januar.

Kamis (29/11/2018), Januar sendiri telah memenuhi panggilan dari Komdis dan memberikan beberapa bukti. Dia juga sempat menyuarakan agar Hidayat dicopot dari keanggotaan Exco karena dianggap tak memiliki integritas.

Merespons hal tersebut, Hidayat pun tak keberatan. Bahkan, dia mengaku siap membantu federasi dan pihak kepolisian untuk membongkar kasus pengaturan pertandingan yang terjadi di Tanah Air.

"Jika bersalah, saya akan mengundurkan diri sebelum diberhentikan. Kemudian, saya bakal menjadi garda terdepan meski di luar PSSI. Karena saya ini korban ketidaktahuan," tutur Hidayat setelah menghadiri panggilan Komdis, Jumat (30/11).

"Saya akan melawan dari luar. Saya siap (menjadi whistle blower) karena marah dalam kondisi positif," katanya.

Madura FC (Foto: Instagram/@madura.fc_officia)

Diakui pula oleh Hidayat bahwa posisinya cukup sulit. Pertama, dia tidak bisa memberikan bukti karena handphone miliknya mengalami factory reset. Sementara itu, Januar memberikan gambar percakapan dengan Hidayat melalui Whatsapp.

Kendati begitu, Yanuar mengingatkan bahwa operasi pengaturan skor yang ditujukan kepadanya tidak tuntas. Dalam artian, Madura FC yang diminta mengalah justru meraih kemenangan.

"Saya tidak pernah lagi untuk melakukannya. Hanya sekali itu dan tidak tuntas. Kecuali ketika saya bicara sama Madura FC selesai, baru sama yang lain selesai, itu jelas saya melanggar etika. Tapi ini enggak," ucap Hidayat.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: