kumparan
14 Jun 2018 2:46 WIB

Hierro: Tak Ada yang Bisa Diubah dari Spanyol dalam Dua Hari

Fernando Hierro, pelatih anyar Timnas Spanyol. (Foto: Reuters)
Drama tengah terjadi di kubu Tim Nasional (Timnas) Spanyol. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Julen Lopetegui dari kursi kepalatihan, Rabu (13/6/2018).
ADVERTISEMENT
Pemecatan Lopetegui menjadi kontroversi karena ia tengah berada di Rusia untuk mempersiapkan tim jelang Piala Dunia 2018. Namun, menurut Presiden RFEF, Luis Rubiales, keputusan memecat eks pelatih FC Porto itu dikarenakan Lopetegui menerima pinangan Real Madrid untuk melatih musim depan.
Dengan pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2018 melawan Portugal yang tinggal berjarak dua hari lagi atau Sabtu (16/6) dini hari WIB, mencari pengganti sesegera mungkin adalah kewajiban untuk Spanyol. Maka, dipilihlah Fernando Hierro, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Olahraga 'Tim Matador'.
Meski hanya punya waktu kurang-lebih dua hari untuk mengadapi Portugal, Hierro optimistis bisa membawa Andres Iniesta dan kolega bermain apik. Hierro pun mengaku tidak akan melakukan banyak perubahan dan akan meneruskan program yang sudah dilakukan oleh Lopetegui.
ADVERTISEMENT
"Kuncinya adalah melakukan perubahan sedikit mungkin. Anda tidak bisa mengubah banyak hal dalam dua hari dan sebagian besar teknis tim masih sama. Kami telah menonton video untuk pertandingan selanjutnya dan kami harus menggunakan otak kami, kami harus kompak. Tidak ada banyak perubahan melawan Portugal," kata Hierro pada konferensi persnya, dilansir Reuters.
"Saya selalu berada di semua sesi latihan, dari hari ke hari kami selalu hadir dan saya tidak bisa mengubah apa pun dalam dua hari ini."
Tugas Hierro memang tak hanya sekadar menanggani Spanyol selama Piala Dunia berlangsung, ia menjadi pengganti 'dadakan' dengan reputasi Lopetegui yang mentereng selama melatih La Furia Roja. Sejak meramu Spanyol pada Juli 2016, pelatih berusia 51 tahun ini belum terkalahkan di 20 laga dengan rasio kemenangan 70%.
ADVERTISEMENT
Sementara Hierro tidak punya jam terbang banyak sebagai pelatih. Sejak pensiun sebagai pemain pada 2005 silam, eks pemain Madrid ini hanya sekali melatih tim divisi dua La Liga (Segunda Division), Real Oviedo. Setelah gagal membawa timnya lolos ke play-off La Liga, dengan persetujuan bersama, Hierro memutuskan keluar.
Meski begitu, pelatih berusia 50 tahun tersebut tetap yakin skuat yang sudah dipersiapkan oleh Lopetegui sejak jauh hari, bakal tampil fokus dan siap dengan segala perubahan yang terjadi begitu cepat. Hierro pun menargetkan timnya meraih kemenangan melawan Selecao.
"Mereka (pemain Spanyol) adalah seorang profesional hebat yang sudah dewasa, dan bertanggung jawab. Jika saya tidak yakin kami akan menjalani turnamen ini dengan hebat, saya tidak akan ada di sini. Mereka siap menghadapi tantangan, kami harus kembali ke jalur seharusnya dan tetap dewasa saat ini," papar Hierro.
ADVERTISEMENT
"Permainan akan tetap sama seperti yang telah dilakukan sampai sekarang, ini tergantung pada kita untuk melanjutkan dan meninggalkan (perubahan) di belakang. Kami berpikir tentang apa yang kami wakili dan tak ada satu pun yang bisa mengambil mimpi itu dari kami."
Di lain sisi, Hierro pun tak mau memberikan kritikan bagi Madrid yang 'membajak' Lopetegui sebagai pelatih meski masih punya kontrak dengan Spanyol hingga Piala Eropa 2020. Lebih lanjut, Hierro mengaku kesempatan melatih negara sendiri adalah hal yang terlalu sulit untuk dilewatkan.
"Ini tantangan yang bagus. Saya tahu situasinya dan hasil kerja Lopetegui fantastis, dan saya berharap yang terbaik untuknya. Ini adalah keputusan yang harus saya ambil dengan cepat, ini seperti mengambil atau pergi. Tapi, saya tidak bisa mengatakan tidak. Saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan