Pencarian populer

Imaji Buffon jika PSG dan Juventus Bertemu di Liga Champions

Alphonse Areola melakukan pemanasan bersama Gianluigi Buffon. (Foto: AFP/Franck Fife)

Jika merunut pada jadwal babak 16 besar Liga Champions 2018/19, Juventus dan Paris Saint-Germain (PSG) sebenarnya tidak akan bertemu satu sama lain. Namun, imaji pertemuan Juventus dan PSG sudah muncul dalam benak Gianluigi Buffon.

Buffon adalah pemain legendaris bagi Juventus. Membela Bianconeri sejak musim 2001/02 sampai musim 2017/18, sudah banyak gelar yang Buffon sumbangkan bagi tim yang bermarkas di Stadion Allianz tersebut, seperti sembilan gelar Serie A (plus dua gelar yang dicabut karena Calciopoli), empat gelar Coppa Italia, serta lima gelar Piala Super Italia.

Meski gagal menyumbangkan gelar Liga Champions sepanjang kariernya bersama Juventus, Buffon tetap melegenda. Perpisahannya dengan Juventus di akhir musim 2017/18 menghadirkan haru, layaknya kesedihan yang mengiringi hengkangnya Andres Iniesta dari Barcelona.

Walau hengkang dari Juventus, Buffon tidak berhenti. Ia melanjutkan karier sepak bolanya ke luar negeri. Musim 2018/19, kiper berusia 40 tahun itu memutuskan membela PSG. Bersama PSG, walau tidak sering tampil karena harus bergantian dengan Alphonse Areola, Buffon tetap mampu menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang berpengalaman dengan rataan penyelamatan sebanyak 2,4 kali per laga.

Marco Verratti dan Gianluigi Buffon dalam sesi latihan PSG. (Foto: Anne-Christine POUJOULAT / AFP)

Namun, konsekuensi pindah ke sesama klub Eropa dirasakan Buffon. Sebagaimana pemain lain yang harus bersua klub yang pernah ia bela sebelumnya, Buffon berpeluang untuk bertemu Juventus di ajang Liga Champions 2018/19. Hal itu menghadirkan perasaan campur aduk bagi Buffon.

"Mungkin itu (main lawan Juventus) akan menjadi sesuatu yang indah, namun aneh. Ya, campur aduklah. Saya akan kembali ke Turin, bertemu para suporter yang pernah mendukung saya, tempat di mana saya meninggalkan emosi saya. Sebuah reuni," ujar Buffon dilansir Football Italia.

"Label apa pun yang mengiringi laga itu nanti, sulit bagi saya untuk mengatur perasaan saya setelah laga. Tapi, setelah laga, jika tim yang kini saya bela (PSG) menang, saya akan berteriak sekeras mungkin," katanya menambahkan.

Walau imaji pertemuan itu sudah muncul, baik itu Juventus dan PSG memiliki lawan masing-masing yang harus mereka tundukkan terlebih dahulu. Ada Atletico Madrid yang sudah siap mengadang Juventus, sedangkan bagi PSG, ada Manchester United yang sudah berbenah dengan mengganti pelatih.

Jika sudah melewati lawan-lawan mereka di babak delapan besar, maka Juventus dan PSG bisa bertemu. Itu pun harus menanti undian terlebih dahulu yang akan diadakan pada 15 Maret 2019.

Szczesny dan Buffon jelang laga Juventus vs Tottenham Hotspur. (Foto: MARCO BERTORELLO / AFP)

Selain itu, Buffon juga merasa bahwa Juventus tidak akan terlalu merindukannya. Selain karena gagal mengantarkan Juventus meraih trofi Liga Champions, ia merasa bahwa manajemen Juventus adalah manajemen yang penuh perencanaan matang sehingga mereka tidak akan melihat masa lalu sebegitu dalamnya.

"Mereka adalah klub yang merencanakan segala sesuatunya dengan matang sehingga mana mungkin mereka membuat keputusan yang salah, termasuk mengizinkan saya pergi dari Juventus. Di situ, saya merasa Juventus seperti mesin perang," ujar Buffon.

"Liga Champions? Ya, Juventus ada di antara tim-tim kandidat juara. Namun, di Liga Champions, yang terkuat belum tentu menang. Biasanya, yang menang adalah yang paling berani," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22