kumparan
20 Sep 2019 21:08 WIB

Indonesia U-16 Hantam Brunei Delapan Gol Tanpa Balas

Pemain Timnas Indonesia U-16 Alexandro Felix (kanan) berusaha melewati pemain Timnas Brunei Darussalam U-16 pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Indonesia U-16 bertemu Brunei pada laga ketiga Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Garuda Asia meraih tiga poin setelah mengalahkan Brunei 8-0
ADVERTISEMENT
---
Sepanjang tiga belas menit awal babak pertama, Indonesia belum bisa memecah kebuntuan. Setiap serangan selalu kandas di kaki bek Brunei atau cuma menghasilkan tendangan gawang.
Skor baru berubah pada menit ke-15. Garuda Asia mendapat hadiah penalti setelah bek Brunei menjatuhkan Ruy Arianto. Ahmad Athallah Araihan sebagai algojo berhasil mengeksekusi tendangan 12 pas.
Anak asuh Bima Sakti Tukiman kembali kehabisan cara menembus pertahanan rapat Brunei setelah mencetak gol. Alhasil, pada menit ke-26 pelatih 43 tahun itu melakukan perubahan strategi.
Mochamad Faizal Shaifullah dimasukkan menggantikan Raka Cahyana Rizky. Pasalnya, sejak peluit babak pertama aliran serangan timnas lebih sering melalui sisi kiri.
Benar saja, tiga menit setelah Faizal masuk, sisi kanan penyerangan Indonesia aktif berkontribusi. Sayang, umpan silang dari sayap kanan gagal dimanfaatkan Ruy yang sudah berdiri bebas di jantung pertahanan Brunei.
ADVERTISEMENT
Percobaan memperlebar keunggulan terus dicoba Marselino Ferdinan dan kolega. Namun, penyelesaian akhir lagi-lagi tak maksimal. Banyak tembakan melenceng atau lemah sehingga berhasil diamankan kiper Azali Waliuddin.
Kans besar menambah gol baru tercipta pada menit ke-36. Aditya Daffa Al Haqi melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Hanya saja, mistar gawang masih menyelamatkan Brunei. Daffa kembali mencuri perhatian pada menit ke-43. Ia menjadi aktor dalam memperbesar keunggulan 'Garuda Asia'.
Bola sundulan Daffa memanfaatkan sepak pojok tak bisa dihalau kiper Brunei. Gol! Keunggulan Indonesia dua gol tanpa balas bertahan hingga turun minum.
Pemain Timnas Indonesia U-16 menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pertandingan melawan Timnas Brunei Darussalam U-16 pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Babak kedua kembali menjadi milik Indonesia. Mereka berhasil merebut penguasaan bola Brunei yang cuma berjalan 10 detik dari peluit paruh kedua.
ADVERTISEMENT
Marselino langsung membawa bola ke depan. Ia bekerja sama satu dua dengan Athallah saat mendekati kotak penalti lawan.
Sesampainya di wilayah 12 pas, pemain bernomor 10 itu dijatuhkan bek Brunei pada detik ke-23 sejak babak kedua dimulai. Peran sebagai eksekutor penalti pun sukses dijalankan Marselino.
Tekanan demi tekanan tak berhenti dilancarkan anak asuh Bima Sakti ke pertahanan Brunei. Hasilnya, Indonesia bisa menambah dua gol hanya dalam rentang tiga menit.
Masuknya Faizal pada pertengahan babak pertama ternyata mulai berdampak positif. Pada menit ke-61, pemain bernomor tujuh itu turut menyumbang gol lewat sundulan setelah menerima umpan silang Marselino.
Ruy Arianto tak ingin ketinggalan masuk papan skor. Ia memperlebar jarak keunggulan menjadi 5-0 usai mencetak gol pada menit ke-63.
ADVERTISEMENT
Pemain Timnas Indonesia U-16 Raka Cahyana (kanan) berusaha melewati pemain Timnas Brunei Darussalam U-16 pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Lima menit berselang, Faizal kembali menggetarkan jala gawang Brunei. Bermula dari aksi Athallah yang melewati bek lawan dari sisi kanan. Ia langsung mengoper kepada Faizal yang tak terkawal. 'Garuda Asia' pun menjauh dengan keunggulan enam gol.
Tak berhenti di situ, Ruy mencetak gol keduanya pada menit ke-83 setelah memanfaatkan umpan silang Faizal. Pesta gol Indonesia ditutup oleh Daffa pada menit ke-87. Ia membukukan gol keduanya setelah menerima umpan silang lambung dari Valeroen.
Dengan kemenangan ini, Indonesia kini berada di peringkat kedua di bawah China dengan poin sama-sama sembilan dari tiga kemenangan. Mereka hanya kalah dalam selisih gol (27-1) dari China (28-0).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan