kumparan
11 Des 2018 0:50 WIB

Inter vs PSV, Pertandingan Terbesar Spalletti

Spalletti dalam laga Juventus vs Inter Milan. (Foto: REUTERS/Stefano Rellandini)
Enam musim lamanya Internazionale Milan berjarak dengan Liga Champions. Dalam kurun waktu 2012/13 hingga 2017/18, tak ada nama Inter dalam perebutan gelar juara kompetisi paling elite yang melibatkan klub-klub Eropa papan atas itu.
ADVERTISEMENT
Padahal, mereka menjadi juara pada 2009/10 berkat kemenangan 2-0 atas Bayern Muenchen di partai puncak. Musim itu menjadi periode yang begitu spesial bagi Inter karena bukan hanya gelar Liga Champions yang mereka taklukkan, tapi juga scudetto dan Coppa Italia. Treble winner, itulah predikat harum semerbak yang tersemat pada Inter di musim 2009/10.
Setelahnya, Inter terjun bebas di ranah kompetisi Eropa. Pada 2011/12, mereka hanya sanggup menjejak ke babak 16 besar. Bergeser semusim ke depan, Inter tak terlibat dalam perebutan trofi 'Si Kuping Besar'. Maka, keberhasilan mereka mengalahkan Lazio di pertandingan penutup Serie A 2017/18 yang berujung pada tiket Liga Champions 2018/19 menghidupkan asa untuk kembali berjaya di pentas Eropa.
ADVERTISEMENT
Persoalannya, di Liga Champions, semua tim tampil trengginas. Mereka yang tadinya tak diunggulkan tiba-tiba bisa menjadi begitu beringas mengalahkan para unggulan. Di fase grup musim ini, ingat-ingat lagi kekalahan yang berikan Lyon kepada Manchester City. Atau bagaimana Crvena Zvezda memukul Liverpool dengan kekalahan 0-2. Bergeser ke musim 2017/18, tentu semuanya masih mengingat epos AS Roma saat menjungkalkan tim sekelas Barcelona di babak perempat final.
Kali ini, Inter tergabung bersama Barcelona, Tottenham Hotspur, dan PSV Eindhoven di Grup B. Perjalanan yang tak mudah menjadi menu yang harus dikecap dan ditelan Inter. Dari lima pertandingan grup yang dilalui, Inter mencatatkan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Raihan tujuh poin mengantarkan mereka bertengger di posisi ketiga yang notabene riskan. Sebenarnya Inter dan Spurs sama-sama punya koleksi tujuh angka dan selisih gol -1. Namun, Spurs unggul dalam produktivitas sehingga berhak untuk sementara atas peringkat kedua.
ADVERTISEMENT
Pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas Genoa. (Foto: Miguel MEDINA / AFP)
Berangkat dari asa dan situasi ini, laga pamungkas fase grup juga menjadi pertandingan mahapenting bagi Luciano Spalletti, sang allenatore Inter. Adalah PSV Eindhoven yang mereka hadapi pada Rabu (12/12/2018) di Giuseppe Meazza.
Menilik hitungan peringkat, Inter seharusnya bisa diunggulkan. PSV mendiami posisi paling buncit karena hanya mengumpulkan satu hasil imbang dan empat kekalahan dalam lima laga. Koleksi satu poin juga memastikan PSV tak akan sanggup menjejak ke fase gugur. Nilai tambah bagi Inter, mereka menutup leg pertama melawan PSV dengan kemenangan 2-1. Terlebih di laga lain, Spurs punya pekerjaan berat untuk mengalahkan Barcelona.
Namun, partai ini tidak hanya berbicara tentang kemungkinan positif yang dimiliki Inter. Menilik laga yang sudah-sudah di semua kompetisi, inkonsistensi masih menjadi penyakit yang menjangkit Inter.
ADVERTISEMENT
Di Serie A 2018/19, misalnya. Inter bahkan kalah 1-4 saat bertanding melawan Atalanta. Padahal di pekan sebelumnya, Inter sukses mengalahkan Genoa dengan skor telak 5-0. Bahkan tepat sebelum pertandingan melawan Atalanta tadi, Inter berhasil menahan imbang Barcelona 1-1 di pentas Liga Champions.
Kondisi pasang-surut inilah yang begitu dikhawatirkan oleh Spalletti jelang berjibaku melawan PSV. Apalagi, Inter akan menjejak ke Giuseppe Meazza sambil membawa cerita kekalahan 0-1 dari Juventus.
"Kami sering gagal menjaga konsentrasi di sepanjang pertandingan. Inilah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan-lawan kami. Tapi, sejauh ini, tim dalam kondisi baik-baik saja. Akan menjadi kesalahan fatal kalau kami memikirkan laga Barcelona (melawan Spurs). Kami harus fokus pada pertandingan kami sendiri. Kami harus turun arena dengan berpikir seolah-olah kamilah yang ada di peringkat empat dan sedang merebut posisi ketiga," jelas Spalletti dilansir Football Italia.
ADVERTISEMENT
"Pertandingan melawan PSV akan menjadi laga terbesar yang pernah saya lakoni selama melatih di sini. Bahkan seharusnya lebih penting ketimbang melawan Lazio di pertandingan penutup musim lalu. Kalaupun saat undian kami diberi tahu bahwa kami harus bertanding melawan PSV dan Tottenham harus melawan Barcelona, memangnya kami bisa bilang apa? Bagi kami, ini adalah grup yang sulit," tutup Spaletti.
===
Pertandingan matchday keenam Liga Champions 2018/19 antara Inter Milan dan PSV Eindhoven akan digelar di Giuseppe Meazza pada Rabu (12/12/2018). Sepak mula akan berlangsung pada pukul 03:00 WIB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan