Pencarian populer

Inzaghi Akui Lazio Pantas Kalah dari Apollon Limassol

Ekspresi kesal Simone Inzaghi di tepi lapangan. (Foto: Reuters/Yiannis Kourtoglou)

Lazio punya misi besar jelang pertandingan matchday kelima menghadapi Apollon Limassol. Direktur olahraga Igli Tare menegaskan bahwa finis di posisi pertama grup akan memudahkan langkah Lazio di babak berikutnya. "Maka dari itu, kami harus menjalani pertandingan dengan kesadaran demikian," kata Tare seperti dikutip dari Football-Italia.

Harapan tinggal harapan. Lazio kalah 0-2 pada laga di GSP Stadium, Nicosia, Jumat (30/11/2018) dini hari WIB tersebut. David Faupala dengan tendangan saltonya dan Sasa Markovic lewat sontekannya mengubur mimpi Lazio karena di saat yang bersamaan Eintracht Frankfurt, pesaing Biancocelesti di Grup H, menang telak 4-0 atas tamunya, Olympique Marseille.

Pada laga melawan Apollon itu Lazio turun dengan diperkuat banyak pemain pelapis. Dari pos penjaga gawang sampai ujung tombak, sebelas awal Lazio penuh dengan nama-nama 'asing' macam Silvio Proto, Riza Durmisi, Danilo Cataldi, sampai Felipe Caicedo yang secara teknis merupakan deputi Ciro Immobile.

Hasilnya, Lazio melempem. Ya, mereka memang unggul dalam penguasaan bola dengan persentase 62%. Namun, elang-elang Roma itu cuma bisa melepaskan sembilan tembakan yang tidak satu pun tepat sasaran. Apollon sendiri cuma bisa menembak enam kali, tetapi tiga di antaranya mengarah ke gawang dan dua dari tiga tembakan itu berbuah gol.

Seusai laga Inzaghi menyebut bahwa tim asuhannya pantas kalah. Namun, mantan striker Piacenza itu tetap melihat adanya hal positif dari penampilan pemainnya.

Peryaaan gol pemain-pemain Apollon. (Foto: Reuters/Yiannis Kourtoglou)

"Selalu mengecewakan ketika kami kalah, apalagi di level internasional seperti ini. Kami menciptakan banyak kesalahan dan pantas kalah," kata Inzaghi kepada Sky Italia. "Kami terlena karena sudah lolos sejak melawan Marseille dan pikiran kami terganggu dengan kabar bahwa Frankfurt unggul 2-0 hanya dalam 15 menit."

"Aku memainkan pemain-pemain yang sebelumnya jarang dipakai dan ada beberapa respons bagus dari para pemain, termasuk sang debutan Nicolo Armini yang menurutku sangat berbakat."

"Pada akhirnya ini adalah hasil yang tidak berpengaruh apa-apa, tetapi tetap saja mengecewakan. Kami tahu bahwa menjadi juara grup bakal memudahkan kami di babak berikutnya. Namun, itu semua baru akan kami pikirkan pada Februari mendatang," pungkas pria 42 tahun ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57