kumparan
20 Sep 2019 10:45 WIB

Inzaghi Kecewa Berat Lazio Kalah dari Cluj

Para pemain Lazio tertunduk lesu usai ditundukkan Cluj. Foto: AFP/Daniel Mihailescu
Di saat Roma berhasil menang telak atas Istanbul Bashakshehir, sang rival sekota, Lazio, harus menerima hasil buruk di pertandingan pertama Liga Europa. Bertamu ke markas Cluj, Lazio pulang dengan kekalahan 1-2.
ADVERTISEMENT
Lazio sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat aksi Bastos. Akan tetapi, Cluj kemudian mampu membalas melalui sepakan penalti Ciprian Deac dan gol dari Billel Omrani.
Kekalahan ini ditanggapi dengan penuh kekecewaan oleh pelatih Gli Aquilotti, Simone Inzaghi. Kata pria 43 tahun tersebut, Lazio tidak pantas menerima kekalahan.
Inzaghi kecewa Lazio kalah dari Cluj. Foto: AFP/Daniel Mihailescu
"Tidak diragukan lagi, kami pantas mendapatkan lebih. Ini betul-betul mengecewakan," kata adik kandung Filippo Inzaghi itu seusai laga.
"Pada babak pertama kami tampil sangat bagus. Aku masih yakin kami akan bisa lolos ke fase berikutnya. Kami harus terus percaya pada diri sendiri," lanjutnya.
Momentum melakukan comeback didapatkan Cluj pada pengujung babak pertama ketika Lucas Leiva didakwa melakukan pelanggaran di kotak penalti Lazio. Inzaghi berpendapat bahwa wasit tidak semestinya menunjuk titik putih.
ADVERTISEMENT
"Semestinya kami bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat. Di saat yang bersamaan, kupikir wasit tidak seharusnya menghadiahkan penalti itu. Kalau kami unggul 2-0, kami tidak akan mendapat masalah ini," ujar Inzaghi.
Gol penalti Cluj yang dipermasalahkan Lazio. Foto: Inquam Photos/Manases Sandor
Bagi Lazio, kekalahan 1-2 setelah unggul terlebih dahulu juga sebelumnya mereka terima kala berhadapan dengan SPAL di Serie A. Inzaghi pun bertekad untuk bangkit di laga melawan Parma akhir pekan nanti.
"Kami tak boleh murung. Hari Minggu nanti ada pertandingan penting melawan Parma. Dua kekalahan melawan Cluj dan SPAL ini sangat mengecewakan karena kami semestinya lebih efektif dalam menyerang dan membunuh laga saat kami memegang kendali," tutur Inzaghi.
"Kami harus menganalisis kenapa kami terus-terusan kehabisan bensin di babak kedua. Ini adalah fotokopi dari pertandingan melawan SPAL. Padahal, kami sudah berusaha membenahi kesalahan itu dalam tiga hari terakhir," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Nada kecewa juga terlontar dari bek Francesco Acerbi. Mantan pemain Milan dan Sassuolo itu merasa bahwa penalti tak semestinya diberikan tetapi di sisi lain dia juga ingin agar Lazio berintrospeksi.
Cluj merayakan kemenangan atas Lazio. Foto: AFP/Daniel Mihailescu
"Menyakitkan rasanya ketika kamu unggul 1-0 dan kalah 1-2 dengan penalti yang tidak terlihat seperti penalti," kata Acerbi.
"Kami bermain bagus tetapi kekurangan sentuhan akhir. Cluj adalah tim yang sangat mengandalkan fisik dan mereka memanfaatkan itu dengan baik."
"Kami harus tetap semangat karena masih ada waktu untuk berbenah. Kami harus terus percaya diri tetapi juga harus berintrospeksi kenapa kami berhenti di saat tim lain sedang berlari," tandasnya.
Kekalahan ini membuat Lazio untuk sementara berada di dasar klasemen Grup E. Sebab, pada pertandingan lain Celtic dan Rennes bermain imbang 1-1.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan