kumparan
12 Jun 2019 5:47 WIB

Italia Menang karena Berani Mengambil Risiko

Para pemain Italia merayakan gol yang dicetak Marco Verratti ke gawang Bosnia. Foto: REUTERS/Massimo Pinca
Italia melanjutkan tren positif pada gelaran kualifikasi Piala Eropa 2020. Melakoni matchday keempat Grup J di Allianz Stadium, Rabu (12/6/2019) dini hari WIB, Azzurri sukses menumbangkan Bosnia dengan skor 2-1.
ADVERTISEMENT
Kemenangan tak didapatkan Italia dengan mudah. Kendati menguasai bola di babak pertama hingga 60%, Italia kesulitan menembus pertahanan Bosnia. Ketika keasyikan menggempur, Italia justru kecolongan di menit 32 lewat gol Edin Dzeko yang diawali dari serangan balik.
Beruntung buat Italia, mereka memulai babak kedua dengan apik. Di menit 49, Lorenzo Insigne sanggup menyarangkan gol penyama kedudukan lewat tendangan voli. Lantas, setelah beberapa peluang tambahan didapatkan, Marco Verratti muncul sebagai pahlawan dengan gol kemenangan di menit 86.
Tiga poin yang diperoleh dengan susah payah ini diapresiasi oleh Roberto Mancini. Meski ia mengakui penampilan Italia melempem di babak pertama, pelatih berusia 52 tahun tersebut memuji keberanian timnya mengambil risiko di babak kedua dengan bermain lebih ofensif.
ADVERTISEMENT
“Semua pertandingan itu sulit, terutama ketika mendekati akhir dari kompetisi. Bosnia dihuni oleh banyak pemain yang berbakat secara teknis, jadi kami tahu laga ini akan berjalan sulit," kata Mancini kepada Rai Sport.
“Mungkin kami agak terlalu tegang di babak pertama, tetapi kami meningkat begitu siginifikan setelah turun minum. Tidak mudah untuk mengubah momentum pertandingan seperti ini dan kami menghadapi beberapa risiko serangan balik, tetapi itulah yang harus kami lakukan,” tuturnya menambahkan.
Atas hasil ini, Italia tercatat selalu meraih kemenangan dalam empat pertandingan sejauh kualifikasi berjalan. Juara Piala Dunia 2006 ini pun untuk sementara memuncaki klasemen Grup J dengan 12 poin.
Roberto Mancini dan Leonardo Bonucci usai Italia mengalahkan Bosnia. Foto: REUTERS/Massimo Pinca
Semakin ciamik capaian Italia karena dalam empat laga tersebut mampu menorehkan 13 gol dan cuma kebobolan sekali. Mancini tentu saja berharap performa impresif berlanjut di sisa laga kualifikasi. Masih ada enam pertandingan tersisa yang kudu dilalui Italia hingga 19 November mendatang.
ADVERTISEMENT
“Kami mendominasi setelah jeda dan kami memang pantas mendapatkan kemenangan ini. Mungkin kami tidak melakukan tekanan dengan cukup baik dan agak kelelahan, sehingga menyebabkan risiko cukup banyak di serang balik,” ujar mantan pelatih Manchester City itu.
Italia akan selalu menunjukkan permainan sepak bola tingkat atas, hanya saja beberapa periode sebelumnya lebih baik dari pertandingan ini. Tapi, dua gol yang kami cetak tadi semuanya indah," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan