Pencarian populer

Juergen Klopp dan Kutukannya di Partai Final

Klopp kembali gagal raih gelar Liga Champions. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Malang benar nasib Juergen Klopp. Dua kali dia membawa timnya menapak partai final Liga Champions, dua kali pula dia gagal membawa timnya meraih gelar juara. Pertama, pada 2013 dia dan Borussia Dortmund-nya kalah dari Bayern Muenchen.

Kedua, pada Minggu (27/5/2018) dini hari WIB tadi, Klopp dan Liverpool-nya kalah dengan skor 1-3 pada partai final yang berlangsung di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, itu.

Klopp mengaku sudah berusaha sebaik-baiknya dalam partai final tersebut. Namun, strategi yang diterapkannya hanya mampu membuat Liverpool mencetak satu gol melalui Sadio Mane, dan menyebabkan Madrid mencetak tiga gol lewat Karim Benzema dan Gareth Bale (2 gol).

Salah satu hal yang menurut Klopp menjadi biang keladi kekalahan Liverpool dari Madrid adalah cedera yang dialami pemain andalannya, Mohamed Salah, pada menit 31, sehingga harus ditarik keluar dan digantikan pemain lain.

Mohamed salah (Foto: Reuters/Phil Noble)

"Rencana kami hanya bermain untuk menang, tidak ada yang lain. Tidak banyak yang bisa dikatakan. Kami memulai dengan baik dan bermain persis seperti yang kami inginkan," kata Klopp kepada BT Sport.

"Situasi Sergio Ramos dengan Mohamed Salah terlihat sangat buruk dan itu mengejutkan tim. Kami kehilangan momentum positif dan mereka datang menyerang. Kami jatuh dan kami tidak bisa mencapai Luka Modric atau Toni Kroos.

"Kami harus berlari dan bekerja, kami melakukan itu dan setengahnya datang. Apa yang bisa saya katakan tentang gol? Kami mencetak satu gol, mereka mencetak tiga gol," pungkas manajer berpaspor Jerman itu.

Atas kekalahan itu pula, rekor Klopp dengan partai final semakin buruk. Total, enam kali sudah pria berkacamata itu menyelesaikan partai final dengan hasil akhir yang mengecewakan. Satu-satunya partai yang dia bisa menangi hanya DFB Pokal bersama Dortmund pada 2012.

Setelah itu, dua final DFB Pokal, dua final Liga Champions, satu final Liga Europa, dan satu final Piala Liga Inggris gagal dimenanginya. Tiga di antara partai final itu kebetulan dilaluinya bersama Liverpool.

Rekor buruk ini juga membuat Klopp belum memberikan satu gelar pun untuk 'Si Merah' sejak pertama kali datang sebagai manajer pada 2015 silam. Karena itu pula, dia tak bisa menyembunyikan kekecewaan ketika peluit akhir partai final Liga Champions tadi berbunyi.

Asa pria berusia 50 tahun itu kembali pupus dan dia harus menunggu kesempatan final itu datang lagi, entah kapan. Menurut Anda, kapan kutukan partai final itu akan hilang dari sisi Klopp?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: