kumparan
8 Jun 2019 15:48 WIB

Julio Banuelos Resmi Jadi Pelatih Persija

Julio Banuelos, pelatih terbaru Persija. Foto: Dok.Persija
Tak ada lagi teka-teki tentang siapa yang akan menggantikan Ivan Kolev sebagai pelatih Persija Jakarta. Manajemen 'Macan Kemayoran' mengumumkan, merekat telah bersepakat dengan juru taktik asal Spanyol, Julio Banuelos.
ADVERTISEMENT
CEO Persija Jakarta, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa Julio resmi menandatangani kontrak dengan durasi satu musim pada Sabtu (8/6/2019). Pelatih kelahiran 7 Desember 1970 ini akan didampingi oleh Eduardo Perez sebagai asisten pelatih.
"Ya, Julio Banuelos resmi menjadi pelatih Persija Jakarta dengan durasi kontrak satu musim hingga akhir Desember 2019. Kami memilih Julio karena kami merasa Coach Julio memiliki kesamaan visi dengan kami dari manajemen Persija. Ia nantinya didampingi Eduardo sebagai asisten pelatih," ujar Ferry.
Yang tak kalah penting adalah Julio dan Eduardo bukan orang asing di ranah sepak bola Indonesia. Keduanya juga memiliki pengalaman dengan sepak bola Indonesia karena pernah menjadi asisten Luis Milla di Timnas Indonesia.
Mantan pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev, berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (26/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Pertimbangan lain, keduanya sangat mengenal sepak bola Indonesia. Keduanya asisten pelatih Luis milla beberapa waktu yang lalu. Julio juga memiliki reputasi yang baik sebagai pelatih karena pernah membesut klub Spanyol. Dia juga pernah menjadi asisten pelatih Leeds United,” jelas Ferry.
ADVERTISEMENT
“Ini adalah duet yang menurut kami sangat baik. Tentunya pengalaman keduanya sangat mumpuni untuk Persija. Semoga ini bisa energi yang baru untuk Persija dalam mengarungi sisa kompetisi ini dan bisa membawa Persija meraih gelar juara Piala Indonesia agar bisa kembali bermain di kompetisi AFC,” ujar Ferry.
Ketika masih aktif bermain, Julio berperan sebagai bek. Memulai karier junior di Real Madrid, Julio menjadi salah satu pemain belakang yang tangguh. Kecepatannya dalam membaca pergerakan lawan menjadi ancaman yang menakutkan bagi para penyerang.
Selepas menimba ilmu bersama El Real, Julio menjadi penggawa Deportivo Mirandes sejak 1988 sampai 1990. Selama berkarier di klub tersebut, ia mencetak enam gol dalam 57 pertandingan.
Ia sempat bermain untuk Real Zaragoza B sebelum hengkang ke CF Balaguer. Usai membela klub yang disebut terakhir selama lima tahun, Julio memutuskan gantung sepatu dan beralih profesi sebagai pelatih tim muda Unio Esportiva Lleida.
ADVERTISEMENT
Marco Simic, pemain Persija Jakarta saat menghadapi Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Senin (20/5). Foto: Dok. Media Persija
Julio hanya menghabiskan waktu semusim di Lleida. Deportivo Alaves menjadi labuhan terbarunya. Perjalanan Julio di Alaves pun panjang dan berjenjang. Memulai langkahnya sebagai pelatih tim junior pada 2002, Julio berhasil menjadi pelatih tim senior pada 2006 dan 2008.
Setelah malang melintang di klub Spanyol, ia mencoba peruntungan bersama klub Siprus, AEK Larnaca, dengan menjabat sebagai asisten pelatih. Lantas, ia memutuskan untuk hijrah ke APOEL pada 2016.
Jagat sepak bola Inggris pun tak luput dari jangkauannya. Pada 19 Juni 2017, Julio dikontrak sebagai asisten pelatih Leeds United. Namun, langkahnya bersama Leeds tak panjang. Tak sampai setahun, ia angkat kaki dari Leeds bersamaan dengan pemecatan sang pelatih kepala, Thomas Christiansen.
ADVERTISEMENT
Meski kariernya bersama Leeds berakhir, bukan berarti cerita sepak bola Julio kandas. Ia bergabung bersama tim kepelatihan Milla yang mempersiapkan Timnas U-23 Indonesia di Asian Games 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan