kumparan
21 Mar 2019 10:04 WIB

Juventus Akan Ikuti ICC 2019 di Asia demi Hindari Penahanan Ronaldo

Ronaldo tertunduk lesu usai Juventu dikalahkan Atletico Madrid. Foto: Reuters/Sergio Perez
Penyelenggara International Champions Cup, Relevent Sports, telah memutuskan bahwa Juventus tidak akan memainkan turnamen pramusim tersebut di Amerika Serikat demi mengeliminasi risiko penahanan terhadap Cristiano Ronaldo yang saat ini jadi sasaran investigasi kasus perkosaan di Las Vegas, Nevada.
ADVERTISEMENT
ICC sendiri akan tetap memainkan sebagian besar laganya di Amerika Serikat. Namun, Juventus sendiri bakal bermain di Asia, kemungkinan besar di China dan Singapura. ICC di Asia ini juga akan diikuti oleh Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Ronaldo tiba ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018 dengan banderol 112 juta euro yang menjadikannya pemain termahal Serie A. Tak lama setelah transfer itu Kepolisian Metro Las Vegas mengatakan bahwa mereka telah membuka kembali investigasi atas tuduhan Kathryn Mayorga yang mengatakan bahwa Ronaldo telah memperkosanya di sebuah hotel di Las Vegas pada 2009 dan kemudian memberinya 375 ribu dolar sebagai uang tutup mulut.
Tuduhan Mayorga itu sendiri mulai muncul pada 2017 dalam laporan Der Spiegel. Majalah Jerman itu menerbitkan laporan tadi berdasarkan dokumen bukti pembayaran yang didapatkan oleh Football Leaks. Awalnya Der Spiegel tidak mencantumkan nama Mayorga. Setahun kemudian, barulah wanita 35 tahun itu berani angkat bicara lewat sebuah wawancara eksklusif.
ADVERTISEMENT
Dalam wawancara itu diceritakan bagaimana Ronaldo mengajak Mayorga ke kamar hotelnya usai bertemu di sebuah kelab malam pada 13 Juni 2009. Ketika itu Ronaldo masih berstatus sebagai pemain Manchester United. Dugaan perkosaan itu terjadi tak lama sebelum pemain Portugal itu pindah ke Real Madrid.
Ronaldo dan para pengacaranya berulang kali membantah tuduhan tersebut. Ronaldo bahkan menyebutnya sebagai kabar palsu dalam sebuah video yang dia unggah di Instagram. Tak cuma itu, salah satu pengacara Ronaldo, Christian Schertz, juga sempat mengancam akan menuntut Der Spiegel untuk pencemaran nama baik.
Meski demikian, Ronaldo dan para pengacaranya tidak pernah menyangkal bahwa hubungan seksual itu memang ada. Hanya, menurut mereka, hubungan yang terjadi itu bersifat konsensual. Adapun, Juventus sendiri kekeh membela Ronaldo dengan menyatakan apresiasi terhadap profesionalitas Ronaldo dan berkata bahwa tuduhan Mayorga tidak mengubah opini mereka.
ADVERTISEMENT
Juventus dan Relevent Sports punya kontrak jangka panjang yang membuat juara Italia itu harus selalu berpartisipasi di ICC. Jadwal ICC tahun ini akan dirilis pekan depan dan, menanggapi rencana Relevent untuk mengirim Juventus ke Asia, seorang juru bicara Juventus berkata kepada New York Times bahwa 'perjalanan ke timur' adalah hal normal setelah beberapa musim selalu bermain di Amerika.
Pada Januari lalu Kepolisian Las Vegas telah memerintahkan Ronaldo untuk menyerahkan sampel DNA. Mereka memiliki sebuah barang bukti berupa gaun yang dikenakan Mayorga saat peristiwa terjadi. Di gaun tersebut, Kepolisian Las Vegas menemukan DNA lain yang bukan milik Mayorga.
Atas dasar itulah surat perintah tadi dikirimkan ke pengadilan Italia. Setelah itu, menurut seorang sumber yang dikutip Wall Street Journal, sampel DNA tersebut bakal dikirim kembali ke Amerika Serikat untuk diuji.
ADVERTISEMENT
Sampai sekarang, belum ada perkembangan signifikan dalam kasus dugaan perkosaan ini. Menurut reportase Sam Borden yang dirilis ESPN, lambatnya perkembangan kasus ini salah satunya terjadi karena besarnya perlindungan yang diberikan kepada Ronaldo baik dari Juventus maupun tim pengacaranya. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Ronaldo diperlakukan bak anggota keluarga kerajaan di Turin agar akses publik kepada si pemain tertutup.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan