Pencarian populer

Kala Carles Puyol Mengajak Publik Jakarta Bernostalgia

Carles Puyol dalam acara UEFA Champions League Trophy Tour di Jakarta. Foto: Dok. UEFA

Chant 'Carles Puyol El Capitan' (Carles Puyol sang kapten, red) berkumandang nyaring dinyanyikan oleh IndoBarca di Lotte Avenue, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019). Sebuah pemandangan yang mengejutkan di mal yang elite ini. Namun, itu semua jadi tak mengherankan ketika melihat pemain legendaris Barcelona, Carles Puyol, datang sembari menggendong trofi Liga Champions.

Kedatangan Puyol bersama trofi Liga Champions di mal ini merupakan bagian dari acara pembukaan UEFA Champions League Trophy Tour. Acara yang diselenggarakan oleh UEFA dan Heineken ini menjadi ajang ekshibisi 'Si Kuping Besar' ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Setelah Puyol sampai dan menempatkan trofi Liga Champions di tempat yang sudah disediakan, nyanyian puja-puji baginya masih terus datang dari penggemarnya. Para penggemar itu baru tenang ketika Puyol mulai berbicara. Mereka dengan khidmat mendengarkan kisah sang legenda tentang masa jayanya dulu.

Puyol bercerita tentang pengalaman perdananya menjuarai Liga Champions, di musim 2005/06 lalu. Kala itu, Puyol bersama Barcelona berhasil menundukkan Arsenal dengan skor 2-1.

Meskipun menang, Barcelona tidak memulai pertandingan dengan baik. Kendati Arsenal mesti bermain dengan 10 orang setelah Jens Lehmann diusir wasit, Barcelona justru ketinggalan terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Sol Campbell. Puyol mengakui bahwa diusirnya Lehmann membuat Barcelona terlena dan Arsenal bermain lebih bagus.

"Tak mudah untuk menghadapi 10 pemain Arsenal. Mereka begitu kompak dan bermain baik. Menurut saya, kami juga kehilangan fokus setelah mereka mendapatkan kartu merah," ujar Puyol.

Untungnya, Barcelona berhasil membalikkan kedudukan lewat gol Samuel Eto'o dan Juliano Beletti. Keberhasilan Blaugrana untuk melakukan comeback, menurut Puyol, merupakan buah dari hasil kerja Frank Rijkaard.

Puyol berpendapat bahwa keputusan Rijkaard, yang kala itu menjadi pelatih Barcelona, untuk memasukkan Andres Iniesta berbuah manis. Iniesta berhasil menginisiasi kebangkitan Barcelona.

"Masuknya Iniesta sangat penting. Kami ingin bermain dengan rasa percaya diri dan masuknya Iniesta membuat kami memiliki opsi lain di lini serang," jelas pria 40 tahun tersebut.

Kemenangan atas Arsenal itu menjadi begitu penting bagi Puyol. Pasalnya, ini menjadi yang pertama kali baginya mengangkat trofi Liga Champions, sebelum memenanginya lagi di tahun 2009 dan 2011.

Tak hanya itu, bek tengah yang identik dengan rambut keriting ini menyatakan bahwa kemenangan di Paris tahun 2006 ini penting bagi Barcelona, karena timnya tersebut berhasil memutus puasa juara Liga Champions sejak tahun 1992.

"Saya senang menjadi bagian dari sejarah Barcelona. Saya ingat terakhir kali kami juara di tahun 1992, kala itu saya kegirangan di rumah saya," kenangnya.

"Beberapa tahun kemudian, saya berhasil membawa Barcelona juara, tak hanya sebagai pemain, tapi juga sebagai kapten. Tentu saja saya sangat bangga," tambah Puyol.

Seusai Puyol selesai dengan nostalgianya, para penggemar kembali mengelu-elukan namanya. Besar kemungkinan, chant ini akan kembali terdengar di tempat yang sama pada hari Selasa (12/3/2019).

Pasalnya, rangkaian acara UEFA Champions League Trophy Tour bersama Puyol masih akan berlangsung hingga tanggal 12 Maret esok. Pada hari kedua akan ada sesi tanda tangan dengan Puyol serta pameran memorabilia dan trofi Liga Champions itu sendiri.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60