kumparan
15 Sep 2019 16:22 WIB

Kalau Mau Bersinar, Piatek Harus Jadi Pemain Komplet

Krzysztof Piatek dalam pertandingan melawan Brescia. Foto: AFP/Miguel Medina
Ada satu hal yang harus dilakukan oleh Krzysztof Piatek jika dirinya ingin bersinar di Milan asuhan Marco Giampaolo. Kata sang pelatih, Piatek harus menjadi pemain yang lebih komplet.
ADVERTISEMENT
Musim 2018/19 lalu Piatek tampil begitu mengejutkan. Didatangkan Genoa dengan harga 4,5 juta euro dari Cracovia, striker asli Polandia itu mampu mencetak 13 gol dalam setengah musim pertama.
Kiprah tersebut membuat Milan kepincut. Rossoneri pun rela membayar 35 juta euro untuk mendatangkan Piatek ke San Siro. Di paruh musim kedua bersama Milan, dia sanggup mengoleksi 9 gol.
Dua puluh dua gol dalam musim pertamanya di Serie A adalah bukti potensi besar Piatek. Sayangnya, dalam dua laga perdana musim 2019/20 ini pemain 24 tahun itu sama sekali belum bersinar.
Piatek tampil buruk pada pertandingan pertama melawan Udinese, di mana Milan kalah 0-1. Sepanjang laga kontribusinya cuma 4 tembakan yang seluruhnya tak menemui sasaran dan 2 kemenangan dalam duel udara.
ADVERTISEMENT
Performa buruk itu membuat Piatek dicadangkan pada pertandingan kedua kontra Brescia. Kala itu Giampaolo lebih memilih Andre Silva untuk menjadi ujung tombak. Padahal, Silva sendiri tidak masuk dalam rencana Milan dan akhirnya dilepas ke Eintracht Frankfurt.
Senin (16/9/2019) dini hari WIB, Milan akan menjalani pertandingan ketiga menghadapi Hellas Verona. Jelang laga di Stadio Marc'Antonio Bentegodi tersebut Giampaolo menyampaikan pesannya untuk Piatek.
"Dalam tiga hari terakhir dia berhasil meyakinkan diriku. Piatek tidak seharusnya cuma fokus menyerang di sepertiga lapangan akhir seperti perompak. Dia harus jadi pemain yang lebih komplet," kata Giampaolo, dikutip dari Football-Italia.
"Kami ini Milan. Kami tidak bisa terus-terusan memberi umpan lambung ke depan. Kami harus mengumpan bola dari kaki ke kaki. Dia tahu cara melakukannya. Aku sudah melihat itu di sesi latihan."
ADVERTISEMENT
"Dia harus bermain seperti seorang pemain komplet. Gol tidak semestinya jadi obsesi juga. Pokoknya, dia harus paham kalau bermain bagus pasti gol akan datang dengan sendirinya," tambah Giampaolo.
Pelatih Milan, Marco Giampaolo, di pertandingan menghadapi Udinese. Foto: AFP/Miguel Medina
Dengan satu kemenangan dan satu kekalahan, Milan kini berada di urutan 13 klasemen Serie A. Verona, sementara itu, punya catatan lebih baik dengan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Bagi Giampaolo, hanya dengan kerja keras Milan bisa menumbangkan tuan rumah.
"Aku yakin segalanya akan jadi lebih baik lewat kerja keras dan antusiasme. Aku mengagumi dedikasi para pemain di sesi latihan dan aku merasa mereka sudah semakin solid sebagai sebuah tim. Aku ingin kami punya identitas yang jelas," ucap Giampaolo.
"Verona adalah tempat yang sulit bagi Milan tetapi aku tidak mempedulikan hal itu. Tim ini harus bertarung di arena mana pun. Nantinya, yang akan menjadi pembeda adalah cara menyikapi pertandingan dan aku sudah melihat itu."
ADVERTISEMENT
"Pertandingan nanti akan sangat intens dan kami harus mengontrol bola dengan baik serta memanfaatkannya semaksimal mungkin. Kami tak boleh meremehkan lawan karena itulah yang akan menentukan hasil akhir nanti," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan