Pencarian populer

Kane Beri Isyarat: Spurs Jadi Juara atau Dia Bakal Hengkang

Penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Harry Kane nampaknya mulai gerah dengan pampatnya keran gelar Tottenham Hotspur. Memang, ia tidak secara gamblang memutuskan akan angkat kaki. Akan tetapi, Kane memberikan ultimatum bila dirinya akan bertahan andai Spurs menunjukan ambisinya untuk merengkuh gelar juara.

Spurs sendiri masih menjalani penantian panjang untuk mengakhiri puasa gelar. Sudah lebih dari sedekade mereka tak mengangkat trofi juara--Piala Liga 2007/08 jadi yang terakhir. Ironisnya, itu terjadi semusim setelah Kane naik level ke tim senior.

"Saya selalu mengatakan selama klub bergerak ke arah yang benar dan menunjukkan ambisi yang tepat, saya ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka," kata Kane kepada ESPN.

"Banyak orang melihatnya dan mengatakan ini mungkin tim terbaik yang pernah kami punya dan manajer juga terbaik, tetapi penting bahwa kita memiliki sesuatu untuk ditunjukkan," ucapnya.

Harry Kane saat berseragam Timnas Inggris. Foto: Reuters/Carl Recine

Aksi Kane bisa diwajarkan. Seperti sebagian besar pemain, ia juga berhasrat untuk menggamit trofi. Terlebih lagi untuk pemain sekelas dirinya yang bergelimang gelar individu. Mulai dari dua titel topskorer Premier League hingga Sepatu Emas Piala Dunia teranyar.

Secara komposisi skuat, kualitas Spurs sebenarnya tak bisa dibilang buruk. Selain Kane, The Lilywhites masih punya Christian Eriksen, Dele Alli, dan Son Heung-min. Sementara di departemen pertahanan ada Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Kieran Trippier, dan Hugo Lloris.

Keempatnya merupakan pilar penting di negaranya masing-masing. Oh, ya, jangan lupakan juga sosok Mauricio Pochettino sebagai juru taktik di belakangnya.

"Ketika kami melihat kembali dalam 10 tahun, kami memiliki tim yang hebat. Rasanya seperti, 'Coba lihat tim ini, bayangkan apa yang mereka mampu raih?'. Tantangan bagi kami adalah, bisakah kami terus naik dan naik?" kata Kane.

Selebrasi gol 11 detik Eriksen. Foto: REUTERS/Eddie Keogh

Kenyataannya, Spurs hanya menjadi tim "spesialis nyaris". Mereka rutin menjadi salah satu penantang kuat peraih trofi Premier League dalam tiga musim ke belakang. Namun, pada akhirnya Spurs hanya finis di posisi kedua dan ketiga.

Sialnya, asa untuk meraih gelar Piala FA dan Piala Liga juga tak kunjung terealisasi. Lebih-lebih lagi Liga Champions. Jadi, mau tak mau Spurs kudu mengakhiri musim tanpa gelar. Kira-kira demikian rutinitas mereka di tiap musimnya.

Situasi demikian diperparah dengan kebijakan Daniel Levy selaku Direktur Spurs yang enggan mengeluarkan dana untuk menggaet pemain anyar. Spurs bahkan sudah melewatkan dua jendela transfer tanpa berbelanja.

Kebijakan tersebut terkait dengan langkah penghematan demi membangun markas anyar tim. Nah, kini stadion bernama Tottenham Hotspur Stadium itu sudah jadi dan resmi dibuka. Dengan kata lain, Spurs tak punya alasan lagi untuk tidak berbelanja pemain di jendela transfer selanjutnya.

Pochettino sang juru taktik Spurs. Foto: Reuters/Paul Childs

Andai masih gagal juga, bukan tak mungkin Kane bakal menerima pinangan Real Madrid yang diisukan menginginkannya. Eh, bukan cuma Kane seorang, Pochettino bisa saja hengkang bila Spurs stagnan, demikian Kane menjelaskan.

"Kami (Kane dan Pochettino) menginginkan hal yang sama. Kami berdua ingin terus melangkah maju dan terus bekerja keras. Kami tinggal lihat apa yang akan terjadi musim ini, baru mengambil keputusan setelahnya," tandas Kane.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23