kumparan
26 Feb 2019 5:00 WIB

Kecelakaan Sala: Pesawat Jatuh Mendadak dan Status Pilot Dipertanyakan

Karangan bunga untuk Emiliano Sala di markas Nantes. Foto: Reuters/Stephane Mahe
Hasil penyelidikan Badan Penyelidikan Kecelakaan Udara (AAIB) menyimpulkan bahwa pesawat yang ditumpangi Emiliano Sala dalam perjalanan menuju Cardiff jatuh dari ketinggian ribuan kaki dalam tempo 20 detik setelah membuat putaran 180 derajat hanya beberapa menit setelah pilot meminta ketinggian pesawat diturunkan.
ADVERTISEMENT
Kepingan pesawat Piper Malibu buatan 1984 itu ditemukan di dasar laut 30 meter dari lokasi terakhir yang terlacak oleh radar di ketinggian 1.600 kaki (488 meter). Hasil temuan ini membuat para penyelidik menyimpulkan bahwa pesawat tersebut jatuh dengan gerakan vertikal di momen-momen terakhirnya.
AAIB sendiri belum bisa menyimpulkan apa penyebab pesawat akhirnya terjatuh. Akan tetapi, empat menit sebelum pesawat jatuh, pilot David Ibbotson sudah meminta izin untuk menurunkan ketinggian pesawat. Tujuannya adalah menghindari awan dan menjaga jarak pandang. Meski begitu, ada indikasi bahwa ketinggian pesawat justru naik secara mendadak sebelum akhirnya jatuh.
Sampai saat ini, investigasi masih terus dilakukan. AAIB masih berupaya memahami data radar di momen-momen terakhir penerbangan. Kontribusi cuaca buruk juga ikut mereka pertimbangkan.
ADVERTISEMENT
Suasana pemakaman Emiliano Sala. Foto: Reuters/Stringer
Tidak sampai di situ, pihak penyelidik pun kini mempertanyakan status penerbangan dan status pilot yang ditengarai ilegal. Dalam pernyataan resminya, Cardiff City FC berkata, "Kami sangat khawatir bahwa masih ada berbagai pertanyaan yang belum terjawab menyoal keabsahan lisensi pilot yang bersangkutan, seperti hasil temuan AIIB."
"Kami juga merasa terganggu dengan adanya temuan bahwa penerbangan yang dimaksud tidak dilakukan berdasarkan aturan Otoritas Penerbangan Sipil Kerajaan Inggris atau Administrasi Penerbangan Federal AS, sehingga ada kekhawatiran bahwa penerbangan itu dioperasikan secara ilegal. Kami menerima dengan terbuka adanya investigasi lanjutan terkait kecelakaan tersebut," tambah mereka.
Adapun, berdasarkan hasil autopsi, diketahui bahwa Sala meninggal dunia akibat cedera di bagian kepala dan torso. Jenazahnya sudah ditemukan tiga hari pascakecelakaan menyusul pencarian pribadi dan sudah dimakamkan di kampung halamannya di Progreso, Santa Fe, Argentina. Sang pilot, Ibbotson, sementara itu, sampai sekarang jenazahnya belum ditemukan dan masih terus dicari.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan