Pencarian populer

'Kegagalan di Final Liga Champions Tahun Lalu Untungkan Liverpool'

Hugo Lloris jelang laga melawan Ajax Amsterdam. Foto: Reuters/Andrew Couldridge
Hugo Lloris tak menampik bahwa Tottenham Hotspur kalah pengalaman dari Liverpool di Liga Champions. Terlebih, The Reds mampu meleloskan diri ke partai puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa ini dalam dua musim berturut-turut.
ADVERTISEMENT
Kendati musim lalu Liverpool gagal, kekalahan dari Real Madrid saat itu disebut Lloris bisa jadi sebuah keuntungan buat skuat Juergen Klopp. Dari sana, menurut Lloris, Liverpool mendapat pelajaran berharga yang berpotensi jadi senjata untuk menumbangkan Spurs.
Sepak terjang Liverpool musim ini juga jadi acuan mengapa kekuatan mereka tak bisa disepelekan. Ambil contoh pada babak semifinal. Liverpool yang tertinggal 0-3 dari Barcelona di leg pertama mampu menyingkirkan raksasa Spanyol itu usai menang 4-0 di pertemuan kedua.
“Saya pikir Liverpool bisa menjadikan final tahun lalu sebagai pengalaman. Tapi, itu bukan masalah buat kami karena kedua tim punya kualitas dan pemain-pemain bertalenta. Semifinal yang kami jalani juga sama-sama luar biasa,” tutur Lloris kepada ESPNFC.
ADVERTISEMENT
Kewaspadaan yang juga dibarengi optimisme ini tak asal telontar. Serupa Liverpool, Spurs juga menunjukkan penampilan impresif di Liga Champions. Mereka menyingkirkan Manchester City di perempat final, lalu megempaskan Ajax Amsterdam lewat skenario comeback di semifinal.
Dengan kesuksesan Spurs menjejak partai final Liga Champons untuk pertama kalinya, Lloris meyakini bahwa musim ini adalah momentum paling tepat bagi timnya untuk mencatatkan sejarah selanjutnya.
“Kami menggunakan jeda tiga minggu untuk menyegarkan pikiran, tubuh, dan bersiap dengan rencana permainan untuk mengambil kesempatan memenangi final. Siapa pun lawannya tak masalah, yang terpnting kita harus berada pada level final Liga Champions,” kata kiper Timnas Prancis itu.
“Kami bermain dengan tujuan untuk menang. Ini adalah momen besar buat tim dan para pemain. Kami ingin mencatatkan sebuah sejarah buat tim ini,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Manajer Tottenham Mauricio Pochettino merayakan selebrasi kemenangan dengan Hugo Lloris saat pemain Ajax Frenkie de Jong terlihat sedih setelah pertandingan berakhir. Foto: Reuters/Piroschka Van De Wouw
Tak lupa Lloris pun memberi apresiasi kepada Mauricio Pochettino sebagai sosok yang dianggapnya paling berjasa membuat The Liliywhites bisa melangkah lebih jauh di kompetisi Eropa, pun di Premier League.
Kendati belum ada satu pun trofi yang dipersembahkan pelatih asal Argentina tersebut, Spurs terbukti mengalami progres semenjak ia datang pada 2014 silam. Ia mengantarkan Spurs menjadi runner-up Piala Liga 2014/15 dan Premier League 2016/17.
“Tidak ada sesuatu yang aneh di sepak bola. Anda mendapat yang pantas didapatkan. Selama lima tahun terakhir ini kami berusaha keras meningkatkan prestasi klub. Kredit untuk Pochettino dan staf kepelatihan yang membawa energi dan filosofi positif,” pungkas Lloris.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80