kumparan
23 Sep 2019 10:24 WIB

Kemenangan atas Sevilla Paling Memuaskan untuk Zidane

Zinedine Zidane mendampingi Real Madrid bertandang ke markas Sevilla. Foto: Reuters/Marcelo Del Pozo
Real Madrid berhasil bangkit dari kekalahan memalukan di Liga Champions dengan menundukkan Sevilla di La Liga. Zinedine Zidane menyebut kemenangan itu sebagai yang paling memuaskan semenjak dia kembali ke kursi kepelatihan El Real.
ADVERTISEMENT
Zidane meninggalkan Real Madrid usai membawa klub tersebut menjadi juara Liga Champions 2017/18. Akan tetapi, pria Prancis itu ditunjuk kembali setelah Julen Lopetegui dan Santiago Solari gagal mengangkat prestasi klub.
Sayangnya, Zidane sendiri belum berhasil mengulangi apa yang dulu pernah dia raih. Musim lalu Real Madrid mengakhiri musim tanpa satu gelar pun. Lalu, pada musim ini, penampilan Los Blancos masih jauh dari kata konsisten.
Angel Di Maria (putih) dikepung oleh beberapa pemain Madrid. Foto: Gonzalo Fuentes/Reuters
Sebelum melawan Paris Saint-Germain tengah pekan lalu mereka memang belum pernah kalah di La Liga tetapi sudah dua kali gagal menang dan kemasukan 6 gol dalam 4 pertandingan. Berbagai kelemahan itu akhirnya terekspos secara brutal dan Real Madrid kalah 0-3.
Kekalahan dari PSG itu membuat Zidane dihantam kritik dari sana-sini. Maka, ketika Real Madrid sukses mengalahkan Sevilla yang sudah mengalahkan mereka dalam empat pertandingan tandang sebelumnya, pria Prancis itu lega bukan kepalang.
ADVERTISEMENT
"Ya, ini adalah pertandingan yang paling memuaskan sejak aku kembali. Para pemain saling membantu di lapangan. Memang ada momen-momen sulit tetapi solidaritas mereka terlihat jelas. Lapangan ini sangat sulit ditaklukkan," ucap Zidane kepada Movistar.
Pada pertandingan melawan Sevilla, Senin (23/9/2019) dini hari WIB, itu Real Madrid menang 1-0 lewat sundulan Karim Benzema. Namun, bisa dibilang memang hanya Benzema pemain ofensif Real yang benar-benar berkontribusi atas kemenangan tim.
Tiga pemain lain, Eden Hazard, James Rodriguez, dan Gareth Bale, tidak terlalu impresif saat menyerang. Total, ketiga pemain itu hanya menciptakan sepuluh aksi ofensif yang meliputi tembakan, umpan kunci, dan dribel sukses.
Kendati begitu, Zidane memilih untuk tidak mempermasalahkan kekurangan-kekurangan itu. Dia lebih suka melihat kontribusi keseluruhan yang diberikan tiga pemain tadi, khususnya dalam bertahan.
ADVERTISEMENT
"Kita tahu mereka semua pemain berbahaya tetapi cara kami bertahan adalah kunci kemenangan ini. Mereka bertiga, khususnya, bertahan dengan sangat baik. Di pertandingan sulit macam ini semuanya harus dilakukan," tambah Zidane.
Sergio Ramos menerima kartu kuning dalam pertandingan menghadapi Sevilla. Foto: Reuters/Marcelo Del Pozo
Dalam laga melawan Sevilla itu Real Madrid kembali diperkuat oleh kapten Sergio Ramos. Dalam pertandingan menghadapi PSG bek berusia 33 tahun itu absen karena harus menjalani hukuman. Bagi Ramos, kemenangan ini adalah buah rasa lapar Real Madrid.
"Ada rasa lapar dan marah yang kami miliki untuk meraih kemenangan. Tim ini selalu optimistis dan penampilannya terus membaik. Sekarang kami punya poin yang sama dengan Athletic Club di puncak klasemen dan ke depannya kami akan selalu memanfaatkan peluang sebaik mungkin," kata Ramos.
ADVERTISEMENT
"Kami tahu betapa sulitnya pertandingan ini. Sudah lama kami tidak menang di sini, tetapi kami datang dengan mentalitas tangguh, dengan tujuan membuat kesalahan sesedikit mungkin," tandasnya.
Real Madrid saat ini berada di urutan dua klasemen La Liga dengan koleksi 11 poin, sama dengan milik Athletic Club. Perbedaannya, Athletic punya selisih gol lebih baik (5) ketimbang Real (4).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan