kumparan
10 Jun 2018 17:11 WIB

Kemenpora Dukung Dua Agenda Futsal Internasional di Indonesia

Vamos FC, kampiun Liga Futsal Profesional 2018 (Foto: Dok. Federasi Futsal Indonesia)
Pemerintah lewat Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberi dukungan penuh untuk kesuksesan pelaksanaan AFF Futsal Club Championship 2018 dan AFC Futsal Club Championship 2018 di DIY Yogyakarta, Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dukungan ini diberikan setelah Kemenpora menerima kunjungan Edhi Prasetyo, Sekjen Federasi Futsal Indonesia (FFI) di kantor Kemenpora, Jumat (8/6). Pertemuan ini digelar dalam rangka proses administrasi terkait pengiriman beberapa item teknis dari AFC.
Untuk kepentingan pertandingan AFC Futsal Club Championship 2018 yang digulirkan di Yogyakarta, dari 1–12 Agustus, konfederasi sepak bola Asia ini akan mengirim beberapa alat penting, seperti bola, tiang gawang, hingga lantai lapangan. Bila alat-alat ini diproses lebih cepat, maka akan berpeluang digunakan saat Indonesia menjadi tuan rumah AFF Futsal Club Championship 2018 di tempat sama, pada 15 – 21 Juli mendatang.
“Prinsipnya, kami dukung, karena itu kegiatan official. Kedua, seandainya ada kendala, sejauh kami bisa membantu tolong, please bersurat ke kami. Contoh seperti ini. Ada kendala saat memasukkan barang, ada peraturan menteri keuangan yang memungkinkan Kemenpora untuk men-zero-kan biaya pabean, sejauh itu untuk keperluan alat olahraga,” ujar Sesmenpora, Gatot Dewa Broto.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, standar tinggi yang diberlakukan AFC terkait venue membuat Indonesia sebagai tuan rumah terkendala beberapa hal. Fasilitas wajib single seat yang tersedia di tribune kedua venue, GOR UNY dan GOR Amongrogo, belum memadai.
Dari kapasitas yang dimiliki kedua GOR ini, baru setengah tribune yang sudah menggunakan single seat. Dampaknya, FFI tidak bisa menjual tiket sesuai kapasitas maksimal GOR.
Tim Futsal Vamos FC Mataram (Foto: Instagram/@vamosfcmataram)
“Saya juga dengar masalah di sport center-nya, di GOR-nya, karena aturan internasional, tribune harus single seat. Kami yang berhak membuat peraturan, regulasi stadion kan Kemenpora. Kami akan mendorong, strong recommended. Pemerintah Daerah, jika nanti membuat stadion atau GOR harus memperhatian ini, seperti soal single seat. Kalau tidak, nanti jadi dua kali kerja,” terang Gatot.
ADVERTISEMENT
Selain dukungan administrasi dan komitmen untuk mendorong standarisasi pembangunan venue, Gatot menjelaskan, pihaknya sangat berkeinginan agar dua ajang ini berjalan dengan sukses.
“Semoga nanti kegiatan futsal bisa sukses, di luar konsentrasi kami di Asian Games 2018. Turnamen-turnamen lain baik single atau multli event lain juga harus sukses, pasti akan kami bantu,” tutup Gatot.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan