Pencarian populer

Kilau Neymar Menjelang Piala Dunia 2018

Neymar Jalani Tes Medis Jelang Piala Dunia 2018 (Foto: Lucas Figueiredo CBF via REUTERS)

Neymar Junior boleh mengatakan bahwa tubuhnya baru 80% pulih usai mengalami cedera metatarsal pada Februari 2018 silam. Namun, dalam kondisi seperti itu, penyerang Paris Saint-Germain itu masih bisa memberikan impak tak sepele kepada Tim Nasional (Timnas) Brasil.

Kemenangan 2-0 atas Kroasia pada pekan lalu bisa dijadikan contoh pertama. Hadir menggantikan Fernandinho pada babak kedua, Neymar berkali-kali menguji ketangguhan Dejan Lovren dan kolega di lini belakang Kroasia melalui aksi dribel, operan, tembakan, hingga pergerakan tanpa bola yang brilian. Puncak kreativitas Neymar adalah gol pada menit ke-69.

Gol ini bermula dari umpan Willian kepada Coutinho yang diteruskan kepada Neymar. Kemudian, Neymar memeragakan aksi individiual khas pesepak bola Brasil untuk mengelabui Sime Vrsaljko dan Mateo Kovacic demi mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti lawan. Setelah itu, baru Neymar melancarkan tembakan keras yang berhasil menggetarkan tiang sebelum masuk ke dalam gawang.

Lalu, tengok pula aksinya saat Selecao menang 3-0 atas Timnas Austria, Minggu (10/6/2018). Bermain selama 84 menit, Neymar begitu liar untuk Alan Dzagoev dan kolega di lini belakang Austria. Tak mengherankan jika mantan bintang Santos tersebut bisa cetak gol pada menit ke-63.

Prosesnya bermula dari Willian. Winger Chelsea tersebut melancarkan aksi dribel yang membuat dua dari empat bek Austria keluar dari kotak penalti. Setelah itu, Willian melancarkan umpan lambung kepada Neymar. Neymar menipu bek Austria dengan aksi individual khas pesepak bola Brasil sebelum mencetak gol.

Adapun, dua gol tersebut membuatnya kini menjadi pencetak gol ketiga terbanyak dalam sejarah 'Tim Samba'. Saat ini, Neymar sudah menyamai rekor 55 gol yang ditorehkan idolanya sendiri, Romario, saat membela Brasil pada era 1987-2005. Kini, di atasnya hanya ada Ronaldo Nazario (62) dan, tentu saja, Edson Arantes do Nascimento alias Pele (77).

Ya, kembali perlu diingat, Neymar mencapai rekor tersebut dengan kondisi belum sepenuhnya fit dalam dua laga terakhirnya. Maka, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika tubuhnya sudah betul-betul bugar di Piala Dunia 2018 nanti?

Menjawab pertanyaan tersebut, pelatih Timnas Brasil, Tite, mengaku tidak memiliki gambaran jelas sejauh mana kilau Neymar di Rusia. Satu yang pasti bagi sang juru taktik, Neymar kini dan Neymar sebelum cedera tetaplah serupa, seorang penyerang yang sulit dibendung di area lawan.

"Saya bahkan tidak mengetahui batas seorang Neymar. Begitu impresif teknik dan kreativitasnya. Saat memasuki sepertiga lapangan terakhir, dia sungguh berbahaya," ujar Tite.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35