kumparan
17 Nov 2018 13:11 WIB

Kiprah Cemerlang Belanda di Nations League Bikin Koeman Terkejut

Striker Belanda, Memphis Depay, berebut bola dengan bek Prancis, Presnel Kimpembe. (Foto: Reuters/Stringer)
Dalam sepak bola, kata Joaquin Caparros, seorang pelacur bisa berubah menjadi biarawati hanya dalam waktu lima menit. Maksudnya, waktu yang dibutuhkan bagi segala sesuatunya untuk berubah dalam olahraga ini memang sangat cepat.
ADVERTISEMENT
Februari 2018 lalu, Ronald Koeman ditunjuk menjadi pelatih Timnas Belanda. Kala itu, Koeman dihadapkan pada sebuah persoalan besar. Belanda yang diwarisinya itu adalah Belanda yang gagal lolos ke Piala Eropa 2016 serta Piala Dunia 2018. Sembilan bulan berselang, Belanda yang dilatih Koeman sukses menjungkalkan dua juara dunia edisi termutakhir, Jerman dan Prancis.
Keberhasilan Belanda bangkit itu terlihat dalam kiprah mereka di UEFA Nations League. Meskipun sempat kalah 1-2 dari Prancis di laga pertama, mereka kemudian sukses menghajar Jerman 3-0 serta membalas dendam atas Prancis lewat kemenangan 2-0.
Dua kemenangan itu membawa Belanda duduk di urutan kedua klasemen dengan enam poin. Mereka tertinggal satu angka dari Prancis di puncak klasemen. Akan tetapi, Virgil van Dijk dkk. masih menyimpan satu laga sisa, yakni menghadapi Jerman di Gelsenkirchen, Selasa (20/11/2018) dini hari WIB mendatang. Hasil imbang saja sudah akan membawa Belanda jadi juara grup sekaligus lolos ke semifinal.
ADVERTISEMENT
Atas apa yang dicapai oleh Belanda ini, Koeman mengaku terkejut. Apalagi, menurut mantan pelatih Southampton dan Everton itu, Belanda tampil sangat bagus saat menundukkan Prancis di Rotterdam, Sabtu (17/11) dini hari WIB tadi.
"Sebelumnya kami sudah menunjukkan bahwa kami sudah keluar dari masa sulit, tetapi aku tak mengira penampilan kami telah jauh lebih baik dalam 90 menit tadi," ucap Koeman seperti dilansir Reuters. "Aku pun tak menyangka tim ini bisa sebegitu bagusnya dalam membaca pertandingan. Kami menunjukkan adanya sebuah progres besar. Dari awal sampai akhir kami bermain bagus."
Belanda menang 2-0 lewat gol-gol dari Gini Wijnaldum dan Memphis Depay. Dilihat dari statistik pertandingan, Belanda memang unggul segalanya. Mereka lebih kerap menguasai bola dengan persentase 59%. Lalu, jumlah upaya mereka (18) pun jauh lebih tinggi ketimbang milik Prancis (7).
ADVERTISEMENT
Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman. (Foto: AFP/Oli Scarff)
"Dalam pertandingan-pertandingan lalu, ada beberapa momen di mana kami semestinya bisa berbuat lebih baik, tetapi bermain lebih bagus dari saat kami menghadapi Prancis tadi akan sangat sulit," kata Koeman.
"Kemenangan ini memberi kami kepercayaan diri yang besar. Prancis tidak datang ke mari untuk bermain sepak bola, sehingga dalam beberapa kesempatan itu menyulitkan kami. Setelah gol pertama, kami mendapat banyak peluang, tetapi kiper mereka (Hugo Lloris) tampil luar biasa. Kalau tidak, bisa jadi skor akhirnya adalah 3-0 atau 4-0," tutup mantan bek Barcelona tersebut.
Adapun, kemenangan Belanda atas Prancis itu makin terasa spesial bagi Koeman dan anak-anak asuhnya. Sebab, dengan kemenangan itu, rival abadi mereka, Jerman, dipastikan terdegradasi dari UEFA Nations League A.
ADVERTISEMENT
Jerman menyusul Polandia dan Islandia yang lebih dahulu tersisih. Satu slot degradasi lain akan berusaha dihindari oleh Kroasia dan Inggris yang bakal bertanding pada Minggu (18/11) malam WIB di Wembley.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan