Pencarian populer

Kisah-kisah 'Pembajakan' Pemain di Menit-menit Akhir Transfer

Malcom Filipe Silva de Oliveira saat diperkenalkan sebagai pemain anyar Barcelona. (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Kisah transfer AS Roma di musim panas ini menjadi sebuah ironi karena pemain incaran mereka justru lepas dari genggaman. Penyebabnya? Si pemain dibajak klub lain.
ADVERTISEMENT
Per Selasa (24/7/2018) malam WIB, Roma kehilangan Malcom yang tiba-tiba memutuskan untuk menerima pinangan Barcelona. Padahal, sehari sebelumnya atau Senin (23/7), Roma sudah menjalin kesepakatan dengan Bordeaux untuk mendatangkan winger asal Brasil tersebut.
Usut punya usut, uang yang ditawarkan oleh Blaugrana nominalnya lebih besar. Menurut laporan Sky Sports mahar dari I Lupi sebesar 36 juta euro, sedangkan Bracelona berani membayar hingga 41 juta euro dan kontrak berdurasi lima tahun.
Sekarang, apa boleh bikin, Malcom sudah kadung diperkenalkan sebagai pemain anyar Barcelona. Meski Direktur Olahraga Roma, Monchi, menyebut pihaknya akan mempertimbangkan jalur hukum atas aksi 'pembajakan' ini, kesempatan 'Serigala Ibu Kota' mendapatkan pemain berusia 21 tahun itu pasti tertutup.
Menariknya, kisah 'pembajakan' pemain di bursa transfer bukan kali pertama ini terjadi. Sebelum Malcom, ada beberapa pemain dan klub lain yang memiliki kisah serupa. Berikut kumparanBOLA sudah merangkumnya untuk Anda.
ADVERTISEMENT
Willian Borges
Pada 2013 silam, Tottenham Hotspur punya dana berlimpah usai menjual Gareth Bale ke Real Madrid. Untuk mengisi kekosongan di pos sayap, Spurs berniat mendatangkan Willian yang saat itu masih memperkuat Anzhi Makhachkala.
The Guardian saat itu melaporkan sang pemain sudah sangat dekat untuk merapat ke Spurs dan pada 21 Agustus 2013, menjalani tes medis. Namun, sehari berselang Chelsea yang secara resmi mengumumkan bahwa Willian menjadi pemain anyar mereka dengan biaya 30 juta poundsterling.
Willian merayakan gol. (Foto: Reuters/Matthew Childs)
Harga ini sebetulnya sama dengan tawaran Spurs. Namun, dilaporkan bahwa pemilik Chelsea, Roman Abramovich, saat itu menghubungi teman dekatnya di Anzhi, Suleyman Kerimov, untuk membujuk Willian bergabung di The Blues dengan tawaran lebih mengiurkan, yakni bermain di Liga Champions.
ADVERTISEMENT
Kondisi Spurs dan Chelsea saat itu memang berbeda. Jika Spurs hanya akan bermain di Liga Europa, sementara Chelsea bermain di kompetisi tertinggi antarklub Eropa. The Lilywhites akhirnya gigit jari melihat Willian berlabuh ke Satmford Bridge.
John Obi Mikel
Mancheser United mengumumkan telah mendapatkan John Obi Mikel dari klub asal Norwegia, Lyn Oslo, pada 29 April 2005 dengan biaya 4 juta poundsterling dan kontrak empat tahun. Mikel sendiri baru akan bermain untuk United pada 2006.
Namun, Chelsea tiba-tiba mengumumkan telah menemui kesepakatan juga dengan Mikel. Masalah transfer ini kian pelik lantaran United dan Lyn Oslo melaporkan Chelsea ke FIFA pada Mei 2005 dan pada Januari 2006 United meminta FIFA memberikan sanksi kepada Chelsea atas 'pembajakan' transfer Mikel.
ADVERTISEMENT
Mikel gagal bawa Nigeria lolos 16 besar, (Foto: REUTERS/Henry Romero)
Akan tetapi, tak ada tindak lanjut dari FIFA dan pada 2 Juni 2006 Chelsea akhirnya resmi mendapatkan Mikel dengan biaya 16 juta poundsterling dengan rincian 12 juta dibayarkan kepada United dan 4 juta kepada Lyn Oslo. Mikel pun bermain untuk The Blues hingga 2017.
Dimitar Berbatov
Tottenham Hotspur sudah lebih dulu menerima tawaran menggiurkan dari Manchester City untuk melepas penyerang asal Bulgaria, Dimitar Berbatov, pada 2008. The Guardian melaporkan biaya yang ditawarkan City mencapai 34 juta poundsterling.
Namun, ketika Berbatov terbang ke Manchester untuk membicarakan kontraknya dengan City, justru Sir Alex Ferguson-lah yang menjemputnya di bandara dan pada 1 September 2008 Spurs resmi mengumumkan telah melepas Berbatov dengan biaya 30,75 juta poundsterling ke United.
ADVERTISEMENT
Dimitar Berbatov saat membela Manchester United. (Foto: ANESH DEBIKY / AFP)
Sebagai bagian dari kesepakatan, The Guardian pun melaporkan bahwa Spurs setuju tidak akan melayangkan protes kepada United atas pendekatan ilegal yang dilakukan kepada sang pemain.
Robinho
The Telegraph melaporkan bahwa perwakilan Chelsea, Peter Kenyon, telah berangkat ke Madrid pada 2008 untuk membicarakan pembelian Robinho dari Real Madrid. Dikabarkan pula Chelsea sudah menyiapkan dana sebesar 29 juta poundsterling untuk pemain asal Brasil itu.
Gayung bersambut, Robinho pun mengutarakan ketertarikannya bermain di Chelsea yang saat itu masih dilatih oleh Luiz Felipe Scolari. Namun, di hari terakhir penutupan transfer, justru Manchester City-lah yang mengumumkan telah mendapatkan tanda tangan Robino usai mengeluarkan dana 32,5 juta poundsterling dengan kontrak empat tahun.
Pada 2017 silam, dalam wawancara bersama FourFourTwo, Robinho mengatakan bahwa alasan transfernya ke Chelsea gagal dikarekan Madrid tidak mau menjualnya ke tim yang bermain di Liga Champions --saat itu Chelsea lolos dan City tidak.
ADVERTISEMENT
Robinho diputus bersalah. (Foto: AFP/Douglas Magno)
Michael Laudrup
Michael Laudrup menjalani musim yang mengesakan bersama Lazio pada 1983 dan membuat Liverpool tertarik untuk mendatangkannya ke Anfield. Kedua pihak pun sudah menemui kesepakatan, tapi di menit-menit akhir pembicaraan, Liverpool mengubah jangka kontrak yang asalnya tiga tahun menjadi empat tahun.
Sayangnya, pembicaraan masa kontrak ini berjalan alot hingga akhirnya Juventus yang dengan sigap menyalip transfer Laudrup dengan menggelontorkan dana 1 juta dolar AS yang menjadi rekor pembelian termahal pemain Denmark saat itu. Laudrup menghabiskan empat tahun di Juventus sebelum akhirnya pindah ke Barcelona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86