Pencarian populer

Klopp Respons Kekalahan Beruntun Liverpool: Tak Perlu Mencak-mencak

Juergen Klopp di laga Liverpool melawan Wolverhampton Wanderers. (Foto: Reuters/Carl Recine)

Juergen Klopp biasanya meledak-ledak, tetapi tidak begitu sikapnya meski Liverpool menderita hasil minor.

Tim beralias The Reds tengah jatuh ke titik terendah setelah kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers pada laga babak ketiga Piala FA di Molineux Stadium, Selasa (8/1/2019). Tertutup pula asa Liverpool untuk merengkuh trofi di turnamen tersebut.

Selain itu, Liverpool juga menelan dua kekalahan beruntun untuk kali pertama musim ini. Mereka sempat takluk dengan skor serupa dari Manchester City pada laga Premier League di Stadion Etihad, Jumat (4/1).

Rentetan hasil negatif tidak lantas membuat Klopp panik. Oleh karena itu pula, dia tidak berniat mengkritik habis penampilan anak-anak asuhnya dalam dua laga teraktual.

"Saat menelan kekalahan pertama (di liga), Anda tidak boleh kehilangan akal sehat. Itu malah aneh dan bisa memberikan dampak buruk. Kalau begitu respons Anda, anggota tim malah duduk di ruang ganti dan berpikir, 'Apakah dia (pelatih) sudah gila?' Karena apa yang terjadi memang tidak buruk-buruk amat," ujar Klopp seperti dikutip dari Guardian.

Mohamed Salah (kedua dari kanan) terjatuh setelah diterjang Vincent Kompany (paling kiri) dalam laga Manchester City vs Liverpool. (Foto: Phil Noble/Reuters)

Sikap Klopp bukan tanpa dasar. Menurut pelatih Jerman ini, kesalahan justru terletak pada dirinya sendiri alih-alih pemain. Jadi tak ada alasan kuat untuk menunjuk pemain sebagai 'kambing hitam' atas kekalahan beruntun Liverpool.

Ya, kekalahan dari Wolves memang diderita Liverpool tanpa tampil dengan komposisi terbaik. Tak ada nama Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane di lini depan. Pun demikian dengan Virgil van Dijk yang menghilang dari jantung pertahanan The Reds.

"Sementara ketika menghadapi Manchester City, semua tim di dunia ini juga bisa meraih kekalahan. Maka, bahasan kami menyoal bagaimana tampil lebih baik. Hanya orang-orang tanpa rasa aman yang melakukan hal berbeda dan kehilangan akal sehatnya," tutur Klopp.

Klopp memeluk Shaqiri usai Liverpool kalah. (Foto: REUTERS/Darren Staples)

Kendati begitu, Klopp tentu harus mencari solusi untuk kembali ke jalur kemenangan. Paling dekat, Liverpool akan melawat ke kandang Brighton and Hove Albion pada laga lanjutan Premier League di American Express Community Stadium, Sabtu (12/1) malam WIB.

Kalau Liverpool kembali kalah, Klopp akan dipaksa mengonfirmasi Januari sebagai bulan yang buruk untuk karier kepelatihannya. Dia tercatat cuma memenangi 8 dari 26 pertandingan dalam kurun Januari sejak menukangi Liverpool.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55