Pencarian populer
Klub Liga 1 Mundur: Ancaman Denda hingga Turun Level
Perseru melawan BhayangkaraFC di Liga 1. Foto: Instagram/@perseru1969
Kabar Perseru Serui yang mundur dari Liga 1 sudah ramai diperbincangkan. Bahkan, klub berjuluk 'Cendrawasih Jingga' itu diisukan akan merger dengan Lampung Sakti (klub Liga 3).
Namun, isu tersebut langsung ditepis manajemen Perseru. Tak ada pembicaraan soal mundur apalagi sampai merger.
Kabar angin itu dibenarkan Direktur Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo. Ketika dihubungi kumparanBOLA, Gatot menegaskan belum menerima surat apa pun terkait isu tersebut.
“Kasus Perseru mundur ini baru katanya saja. Faktanya atau persoalan administrasinya, PSSI belum menerima surat apa pun terkait kabar itu,” kata Gatot.
Terlepas dari kabar tersebut, kumparanBOLA menelusuri bagaimana regulasi jika salah satu tim di Liga 1 mundur atau melakukan merger. Statuta PSSI 2018 Pasal 19 Ayat 3 menyebutkan soal pribadi atau badan hukum yang tak boleh punya lebih dari satu klub.

Direktur Media PSSI Gatot Widakdo. Foto: kumparan/Denita Matondang

“Dalam keadaan apa pun, tidak ada pribadi kodrati atau badan hukum (termasuk induk perusahaan dan anak perusahaan) yang dapat mengontrol lebih dari satu Klub atau Lembaga Terafiliasi yang keberlangsungannya dapat mengganggu integritas pertandingan atau kompetisi Sepak Bola.”
Pernyataan dalam Statuta tersebut dibenarkan Gusti Randa, anggota Komite Eksekutif PSSI. Gusti menjelaskan bahwa yang dimaksud tidak boleh memiliki lebih dari satu klub ialah soal level kompetisi.
“Urusan merger sebuah perusahaan itu tunduk kepada undang-undang soal badan hukum. PSSI dalam hal ini tidak bisa mengintervensi persoalan merger sebuah badan hukum. Yang dilakukan PSSI ialah soal keanggotaan. Kami mengatur kepemilikian seseorang atau badan hukum. Tidak boleh satu perusahaan atau seseorang memiliki lebih dari satu klub di level yang sama,” ujar Gusti ketika dihubungi kumparanBOLA, Senin (11/2/2019).
Gusti juga menuturkan kalau soal kepemilikan itu harus jelas. Jangan merger dijadikan batu loncatan untuk bermain di Liga 1. Ia menegaskan bahwa hal itu melanggar regulasi. Lebih lanjut, Gusti menjelaskan bahwa harus ada satu klub yang bubar jika terjadi merger.


“Tidak bisa dengan merger ada lompatan memanipulasi aturan. Awalnya main di Liga 3, tiba-tiba ke Liga 1 karena klub yang diakuisisi itu klub level teratas. Kalau kasus Perseru dan Lampung Sakti, harus pakai nama Perseru karena slotnya buat Perseru, Lampung Sakti harus bubar. Atau, bisa juga ada seseorang yang memiliki PT dari Perseru dan Lampung Sakti. Keduanya bisa main di Liga 1 dan Liga 3 tanpa perlu ada yang bubar,” kata Gusti.
Regulasi mengenai kasus tersebut juga dibenarkan Gatot. Bahkan, ia menjelaskan bahwa pembelian lisensi tidak bisa dibenarkan.
“Lampung Sakti membeli saham Perseru tiba-tiba dapat slot Liga 1. Itu namanya beli lisensi dan tidak dibenarkan. Kalau mau beli saham tetap boleh. Nama tetap Perseru atau nama ganti apa tetap boleh. Tidak masalah ganti nama. Namun, salah satu klubnya bubar. Mereka tinggal pilih mau main di mana,” tutur Gatot.
Sementara itu, persoalan klub mundur sebelum kompetisi mulai diatur dalam regulasi Liga 1. Pada Pasal 6 dijelaskan bahwa ada klub pengganti jika salah satu klub mundur sebelum kompetisi mulai. Seperti diutarakan Gusti, klub pengganti tersebut bisa berasal dari peringkat empat Liga 2.


Keputusan siapa klub pengganti diputuskan Komite Eksekutif PSSI. Lalu, denda pun siap menanti bagi klub yang mengundurkan diri dari Liga 1. Tak cuma itu, Gatot membeberkan bahwa sanksi Komite Disiplin PSSI berupa penurunan level alias degradasi paksa juga bisa dijatuhkan bagi klub yang mundur.
PASAL 6
PENGUNDURAN DIRI SEBELUM KOMPETISI DIMULAI
1. Klub yang mengundurkan diri atau dikeluarkan dari Liga 1 sebelum dimulainya Liga 1 dapat digantikan oleh Klub lainnya.
2. Komite Eksekutif PSSI bertanggung jawab untuk memutuskan hal-hal yang terkait pengunduran diri Klub sebelum dimulainya Liga 1, termasuk tetapi tidak terbatas kepada:
a) menggantikan Klub yang mengundurkan diri dengan klub sepak bola lain yang merupakan anggota PSSI; dan/atau
b) mengubah peraturan teknis, termasuk Regulasi ini.
3. Seluruh keputusan yang diambil oleh Komite Eksekutif PSSI berdasarkan ayat 2 Pasal ini bersifat final dan mengikat serta tidak dapat dibanding.
4. Klub yang mengundurkan diri lebih dari 30 hari sebelum Liga 1 dimulai diberikan sanksi denda sebesar Rp 1.000.000.000,-.
5. Klub yang mengundurkan diri kurang dari 30 hari sebelum Liga 1 dimulai diberikan sanksi denda sebesar Rp 2.000.000.000,-.
6. Komite Disiplin PSSI dapat memberikan sanksi tambahan terhadap Klub yang melakukan pengunduran diri sebelum Liga 1 dimulai.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: