Pencarian populer

Konsisten Melawan Rasialisme, Sterling Diganjar Penghargaan

Raheem Sterling dengan trofi Piala Liga. Foto: Reuters/Carl Recine

Aksi rasialis adalah perlakuan yang acap menghantam Raheem Sterling. Alih-alih diam, Sterling melawan.

Perlawanannya ini berbuah rekognisi. Pada sebuah acara yang diadakan oleh BT Sport Industry Awards di London pada Kamis (25/4/2019), Sterling diganjar penghargaan The Integrity and Impact Award.

Penghargaan ini diberikan atas usaha Sterling melawan aksi-aksi rasialis yang kerap ia dapat ketika berlaga. Ia tak segan mengkritik media-media Inggris yang kerap mengeluarkan pemberitaan yang cuma memojokkan para pemain kulit hitam. Ia pun aktif menyuarakan agar para pelaku rasialisme dihukum seberat-beratnya.

"Ketika generasi selanjutnya muncul, maka ada contoh yang harus Anda berikan pada mereka. Di Liverpool, saya melihatnya dalam diri Steven Gerrard. Menghabiskan waktu bersamanya, saya berpikir tentang apa yang bisa saya lakukan, setidaknya untuk jadi pemain penuh dedikasi sepertinya," ujar Sterling, dilansir BBC.

"Jadi, yang bisa kita lakukan adalah melakukan hal-hal kecil secara rutin tiap tahun, mencoba mengembangkan diri--tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. Ini adalah tentang pengalaman pribadi saya, yang juga kerap saya bagi di Instagram. Senang rasanya mengetahui orang-orang mendengarkan pengalaman saya dan mencoba jadi lebih baik," lanjutnya.

Dalam acara penghargaan tersebut, turut hadir pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, serta Nick Keller yang menjabat sebagai Chairman Sport Industry Group.

Sebagai pelatih, Southgate tak dapat menyembunyikan kebanggaannya terhadap komitmen anak asuhnya yang satu ini untuk tampil sebagai petarung di dalam dan luar lapangan.

"Saya sudah bekerja dengan Raheem (Sterling) sekitar lima tahun lamanya, dan saya bahagia melihat ia tumbuh jadi pemain yang dewasa seperti ini," ujar Southgate.

"Ini adalah tentang perkembangan secara pribadi, baik itu perkembangan di dalam lapangan maupun pengakuan yang bisa ia dapat di luar lapangan. Selama enam bulan terakhir, pengaruh yang ia berikan di Britania Raya cukup kuat," tambahnya.

Keller juga memberikan pandangannya soal penghargaan yang diterima Sterling. Menurutnya, dewasa ini, suara atlet-atlet memberikan pengaruh yang besar bagi lingkungan di sekitarnya.

"Dengan kurangnya sosok pemimpin yang bisa ditiru dalam hidup, kita bisa lihat atlet-altet berdiri dan mengeluarkan pendapatnya terhadap sebuah isu. Hal ini perlu diberikan penghargaan tersendiri," ujar Keller.

Raheem Sterling berlaga di depan suporter Montenegro. Foto: Reuters/Carl Recine

Sepanjang kariernya, terutama dalam beberapa musim belakangan, Sterling acap menerima aksi rasialis. Dalam Premier League 2018/19, tepatnya di laga melawan Chelsea di Stamford Bridge, Sterling menerima perilaku rasialis dari para suporter tuan rumah seiring dengan kekalahan 0-2 Manchester City.

Pada Maret 2019, para suporter Montenegro juga mengolok-oloknya dalam laga Kualifikasi Piala Eropa 2020. Bahkan, Callum Hudson-Odoi dan Danny Rose menerima perlakuan serupa.

Namun, Sterling pantang mundur. Ia kerap melawan. Pada Januari 2019 saja, ia pernah menulis surat kepada salah seorang suporter remaja City yang menerima aksi rasialis. Sterling meminta kepada sang remaja tersebut untuk tetap kuat dan jangan sampai ada yang merenggut keberaniannya.

Sebelum mendapatkan penghargaan The Integrity and Impact Award, Sterling juga pernah didapuk sebagai 'bintang olahraga Britania Raya yang ikonik' pada April 2019 dan didapuk sebagai Sportsman of the Year dalam ajang 2019 British Ethnic Diversity Sports Awards.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23