Pencarian populer

Kovacic: Chelsea Tak Boleh Bernasib Sama Seperti Liverpool

Mateo Kovacic ikut merayakan gol Chelsea yang dicetak oleh Pedro. (Foto: Reuters/John Sibley)

Keoknya Liverpool di markas FK Crvena Zvezda pada penyisihan grup Liga Champions 2018/19 dianggap Mateo Kovacic sebagai peringatan buat Chelsea. The Blues bakal bertamu ke rumah BATE Borisov di matchday keempat Liga Europa, Jumat (8/11/2018) dini hari WIB.

Atmosfer pertandingan dan tekanan tinggi penonton tuan rumah disebut Kovacic bisa menjadi faktor lain yang menurunkan mental pemain dan The Reds adalah contoh teraktual. Setelah gol pertama bersarang di menit 22, tujuh menit kemudian Alisson Becker kembali memunggut bola dari gawangnya.

Kekalahan ini mengejutkan lantaran Liverpool membantai Crvena 4-0 di pertemuan pertama. Kovacic tak mau kondisi Liverpool terjadi kepada The Blues. Oleh karenanya, pemain pinjaman dari Real Madrid ini mewanti-wanti timnya untuk menjaga level permaiann tertinggi hingga peluit panjang berbunyi.

Untuk mewujudkan ini, Chelsea punya modal apik lantaran belum terkalahkan dalam 16 pertandingan di lintas kompetisi. Apalagi, pada pertemuan pertama di Stamford Bridge, Chelsea mampu membungkan Borisov dengan skor 3-1.

"Saya melihat pertandingan Liverpool kemarin. Mereka banyak mengalami kesulitan karena atmosfer di Belarus sangat tinggi dan sulit bermain di sana. Sangat sulit dan nanti akan menjadi pertandingan di mana Anda hars terus konsenterasi, jadi apa yang terjadi pada Liverpool tidak menimpa kami," kata Kovacic dilansir situs remsi klub.

"Kami sedang berada di tren yang sempurna. Kami bermain bagus di liga, begitu juga di kompetisi lainnya. Kami hanya ingin memainkan sepak bola, menikmatinya, dan semua laga di setiap pertandingan kami punya kesempetan menunjukkan siapa kami, jadi harus beri yang terbaik untuk menang," tuturnya menambahkan.

Untuk sementara, Chelsea menjadi pemuncak klasemen Grup L dengan merangkum sembilan poin dari tiga laga. Kemenangan di markas BATE bakal memuluskan langkah skuat arahan Maurizio Sarri ke babak selanjutnya.

Loftus-Cheek cetak trigol ke gawang BATE. (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)

Namun, penampilan Chelsea dinilai belum maksimal di kompetisi antarklub level kedua se-Eropa ini. 'Si Biru' tercatat baru mencetak lima gol dan kemasukkan satu kali. Padahal, catatan WhoScored menunjukkan Chelsea adalah tim agresif dengan rata-rata melepas 24,3 tembakan per gim dan menguasai bola 65,8%.

Kovacic tak ambil pusing dengan komentar miring soal performa timnya. Menurut pemain berusia 24 tahun itu, kondisi ini menunjukkan bahwa Chelsea masih punya ruang untuk mengelarkan permainan terbaik.

"Menurut saya, hal itu bagus karena kami belum terkalahkan, sedangkan kami belum menunjukkan permainan di level tertinggi. Kami baru bersama pelatih tiga bulan, tentu wajar saja butuh waktu memahami. Saya rasa kami sudah melakukan perkerjaan bagus, saya yakin bisa lebih baik lagi."

"Jadi, saya rasa itu pertayaan yang sulit dijawab. Saya tidak tahu pasti apakah ini relevan, tapi saya pikir kami bermain dengan baik karena tim ini punya banyak talenta hebat dan kami bisa memulai dengan baik di awal musim ini," pungkas Kovacic.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60