Pencarian populer

Laga Dihentikan Karena 'Force Majeure', Bagaimana Regulasinya?

Aksi lempar botol di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY antara bragita Curva Sud dan Aremania. Foto: Alan Kusuma/kumparan

Pembukaan Liga 1 2019 tak berlangsung dengan baik. Laga yang mempertemukan PSS Sleman vs Arema FC sempat terhenti pada menit ke-30 akibat kerusuhan di tribune penonton.

Padahal, laga berjalan cukup menarik. PSS Sleman unggul lebih dulu di menit kedua melalui tendangan voli Brian Ferreira. Arema yang tersengat terus melakukan tekanan untuk membalas.

Gol balasan pun tercipta di menit ke-30. Sundulan Sylvano Comvalius berhasil masuk ke dalam gawang PSS yang dikawal Ega Rizky.

Tapi, pertandingan harus dihentikan usai gol tercipta. Wasit Yudi Nurcahya yang memimpin laga megambil keputusan bijak. kumparanBOLA yang menyaksikan langsung pertandingan di Sleman menyaksikan ada lemparan petasan dan botol yang terjadi di tribune penonton. Kericuhan ini membuat Yudi menghentikan laga.

Ketika berita ini dirilis, pertandingan memang kembali dilanjutkan. Namun, bagaimana regulasi pertandingan bila diberhentikan seperti ini? Pada regulasi Liga 1 2019 pasal 11, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengatur apabila pertandingan terhenti karena force majeure.

Berikut bunyi pasal mengenai penundaan pertandingan bila terjadi force majeure.

1. Apabila Pertandingan tidak dapat dimulai sesuai waktu yang telah ditetapkan

karena alasan force majeure atau alasan lain termasuk tetapi tidak terbatas

pada lapangan permainan di Stadion yang tidak layak digunakan, kondisi

cuaca, lampu Stadion padam dan lainnya, maka berlaku prosedur sebagai

berikut:

a. Pengawas pertandingan memutuskan bahwa Pertandingan ditunda selama

durasi sekurang-kurangnya 30 menit. Selama waktu penundaan ini, wasit

dapat memutuskan apabila Pertandingan dapat dimulai sebelum waktu

penundaan tersebut berakhir.

b. Setelah dihentikan selama 30 menit pertama sebagaimana diatur dalam

ayat 1 huruf a Pasal ini, dapat dilakukan penambahan penghentian waktu

selama 30 menit berikutnya apabila menurut penilaian wasit penghentian

kedua ini akan membuat Pertandingan dapat dilanjutkan atau wasit dapat

menyatakan Pertandingan dihentikan. Selama waktu penghentian ini, wasit

dapat memutuskan Pertandingan dapat dimulai sebelum waktu

penghentian tersebut berakhir.

c. Setelah penghentian selama 30 menit kedua berakhir dan wasit

berpendapat bahwa Pertandingan masih belum dapat dilaksanakan, maka

wasit menyatakan Pertandingan ditunda. Apabila wasit menyatakan

demikian, pengawas pertandingan harus segera memberikan laporan

tertulis kepada LIB mengenai keputusan tersebut.

PSS Sleman Foto: Instagram/@bcsxpss.1976

d. Selambat-lambatnya 2 jam terhitung sejak keputusan wasit terhadap

penundaan Pertandingan sebagaimana diatur dalam butir c di atas, LIB

harus memutuskan status Pertandingan berdasarkan laporan yang

diterima dari pengawas pertandingan. Dengan mempertimbangkan seluruh

aspek, LIB harus menentukan apakah akan dilakukan dilakukan

penjadwalan ulang (reschedule) terhadap Pertandingan tersebut dan

kemudian dijalankan sampai selesai atau keputusan lainnya. Keputusan LIB

tersebut bersifat final dan mengikat, dan terhadapnya tidak dapat dilakukan

banding.

e. Dalam hal pertandingan terhenti karena alasan tingkah laku buruk atau

kericuhan penonton, sanksi dapat dijatuhkan terhadap Klub terkait

berdasarkan Kode Disiplin PSSI.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Jumat,24/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23