kumparan
10 Agu 2018 10:50 WIB

Leicester Pagari Jamie Vardy dengan Perpanjangan Kontrak Empat Tahun

Vardy menangkan Leicester atas Sheffield United. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Musim kompetisi 2018/19 sudah di depan mata, klub-klub Premier League bergegas menyelesaikan segala urusan terkait bursa transfer dan kontrak pemain sebagai bekal untuk merengkuh segala macam target yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT
Hal serupa juga dilakukan oleh Leicester City. Setelah kehilangan Riyad Mahrez yang memilih untuk hengkang ke Manchester City, Leicester mengambil langkah aman: memagari penyerang andalannya, Jamie Vardy, dengan perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun.
Berbicara aktivitas transfer musim panas 2018, langkah Leicester cukup meyakinkan. Bek-bek berkualitas didatangkan ke klub demi membangun tembok pertahanan yang kokoh di setiap pertandingan. Sebagai langkah awal, pelatih Leicester, Claude Puel, menambal lubang di sisi kanan pertahanan melalui perekrutan Ricardo Pereira pada awal Juli 2018 dengan mahar 19,8 juta poundsterling atau menjadi pemain belakang termahal sepanjang sejarah Leicester.
Aktivitas Leicester di hari penutupan bursa transfer Inggris, Kamis (9/8/2018), mengonfirmasi upaya Puel mendongkrak kualitas pertahanan. Dua bek tengah mahal sekaligus mendarat di King Power Stadium.
ADVERTISEMENT
Pertama adalah Filip Benkovic yang sudah meneken kontrak berdurasi lima tahun dengan Leicester dengan nilai 13,5 juta poundsterling. Kedatangan Benkovic disusul oleh Caglar Soyuncu. Leicester mengumumkan kesepakatan dengan SC Freiburg untuk transfer bek tengah Turki ini menjelang tenggat pada pukul 17:00 waktu setempat atau 23:00 WIB.
Tak ingin berat sebelah, Leicester juga mengambil langkah tegas untuk memperpanjang kontrak Vardy. Dengan tambahan kontrak ini, artinya Vardy resmi tetap menjadi milik Leicester sampai Juni 2022.
Jalan Vardy sebagai pesepak bola bukan jalan yang mulus. Sebelum berlaga di atas lapangan hijau, sosok berusia 31 tahun ini bekerja sebagai buruh pabrik. Singkat cerita, langkahnya sampai ke ranah sepak bola. Stocksbridge Park Steels, Halifax Town, dan Fleetwood Town menjadi tiga tim gurem yang ia bela di awal-awal kariernya sebagai pesepak bola.
ADVERTISEMENT
Lantas, pada 2012, ia sampai ke Leicester. Epos Leicester pada akhirnya menyentak jagat sepak bola. Siapa pula yang menyangka mereka bisa menyingkirkan klub-klub papan atas macam Manchester United, Liverpool, atau Chelsea dalam persaingan gelar juara?
Pada 2015/16, untuk pertama kalinya Leicester merajai sepak bola Inggris lewat keberhasilannya merebut gelar juara Premier League. Dan nama Vardy juga tercatat dalam salah satu kisah kejutan terbaik yang pernah lahir di ranah sepak bola itu.
Sejak didatangkan dari Fleetwood, Vardy sudah menorehkan 88 gol untuk The Foxes. Di musim Leicester menjadi juara itu pula, ia berhasil merebut gelar Premier League Player of the Season. Lantas pada 2017/18, Vardy 23 kali menyarangkan bola ke gawang lawan.
ADVERTISEMENT
Segala torehannya itu membuktikan bahwa Vardy memang sosok vital bagi Leicester. Namun, di sisi lain, Leicester pun menjadi tempat yang tepat bagi Vardy untuk menumbuhkan kariernya sebagai pesepak bola. Itulah sebabnya, perpanjangan kontrak selama empat tahun itu ibarat anugerah yang tak mungkin disia-siakan Vardy.
"Semua orang tahu apa yang saya rasakan saat membela klub ini. Rasanya begitu luar biasa saat mengetahui bahwa saya dapat menjadi pemain Leicester City untuk empat tahun ke depan. Perjalanan saya, tim, dan klub beberapa tahun belakangan adalah perkara istimewa. Sekarang kami bersiap menghadapi musim yang baru, dan ini menjadi waktu-waktu yang menyenangkan bagi Leicester City. Saya pun bahagia karena bisa menjadi bagian dari tim dan perjalanan ini," papar Vardy, dilansir ESPN.
ADVERTISEMENT
Pertandingan pertama Leicester di gelaran Premier League 2018/19 akan dihelat pada Sabtu (11/8/2018). Laga melawan Manchester United ini berlangsung di Old Trafford Stadium pada pukul 02:00 WIB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan