kumparan
17 Apr 2019 3:51 WIB

Liga Champions: Dwigol Messi Pupuskan Harapan United ke Semifinal

Lionel Messi, si Terbaik di Dunia Itu™ Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine
Akhirnya Barcelona bisa bernapas lega. Pasukan Ernesto Valverde tak perlu lagi dihantui rasa bersalah akibat menjadi korban remontada saat bersua AS Roma dalam laga perempat final Liga Champions musim lalu. Karena untuk pertama kali sejak 2015, Barcelona berhasil menjejak fase semifinal Liga Champions.
ADVERTISEMENT
Kepastian itu didapat setelah Barcelona meraih kemenangan 3-0 atas Manchester United di Camp Nou, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB. Dua gol Barcelona dalam laga putaran kedua babak perempat final Liga Champions ini tercipta melalui Lionel Messi, sementara sisanya dari Philippe Coutinho.
Dengan hasil ini, Barcelona menang 4-0 secara agregat.
***
Karena sudah melakukan rotasi besar saat melawan Huesca, Sabtu (13/4), pelatih Valverde bisa menurunkan pemain-pemain terbaik Barcelona sejak awal. Tentu saja, La Blaugrana kembali tampil dengan kerangka formasi khas 4-3-3 untuk laga ini.
Marc-Andre ter Stegen bertugas menjaga gawang, sementara Gerard Pique menjadi komandan di lini pertahanan Barcelona. Sergio Busquets menjadi gelandang bertahan, kemudian Ivan Rakitic dan Arthur Melo mengemban peran gelandang nomor delapan – atau istilah kurang nerd-nya, playmaker.
ADVERTISEMENT
Dalam urusan mencetak gol, Valverde memercayakannya kepada Lionel Messi, Luis Suarez, dan Philippe Coutinho. Dari kubu United, Ole Gunnar Solskjaer juga menurunkan pemain-pemain terbaik dalam skema 4-3-1-2 dengan Marcus Rashford dan Anthony Martial menjadi muara serangan.
Walau Camp Nou adalah kandang Barcelona, tetapi United yang memulai laga ini dengan meyakinkan. Bahkan, Marcus Rashford sudah mendapatkan kans emas ketika laga ini baru berjalan hitungan detik. Namun, tembakan Rashford dalam skema satu lawan satu pada akhirnya mengenai tiang.
Setelah momen tersebut, United beberapa kali memanfaatkan lowongnya lini tengah Barcelona untuk melancarkan serangan balik cepat. Situasi macam inilah yang membuat Ter Stegen terlihat kesal. Tak jarang eks kiper Borussia Moenchengladbach itu berteriak untuk memberikan instruksi kepada rekan-rekannya di depan.
ADVERTISEMENT
Setelah awal laga yang begitu mencekam, Barcelona perlahan mencoba bangkit. Pada menit ke-10, wasit meniupkan peluit karena melihat Ivan Rakitic tersandung kaki kanan Fred Rodrigues. Namun, setelah melihat ulasan VAR, penalti tak diberikan kepada Barcelona karena wasit merasa Fred tak sengaja.
Akhirnya, gol Barcelona muncul pada menit ke-15. Semua bermula dari umpan Ashley Young yang berhasil diblokade Rakitic di pinggir kiri area pertahanan United. Tak lama, bola berada di kaki Messi. La Pulga melakukan aksi ajaibnya sebelum melepas tembakan berujung gol dari luar kotak penalti.
Empat menit kemudian, Messi kembali mencetak gol. Usai meruntuhkan struktur lini tengah United, Coutinho melepas umpan kepada Messi. Megabintang kelahiran Rosario itu lagi-lagi melepas tembakan dari luar kotak penalti. Bedanya, tembakan yang kali ini dilancarkan dengan cukup pelan.
ADVERTISEMENT
David de Gea kesal karena gawangnya dibobol Lionel Messi. Foto: REUTERS/Sergio Perez
Walau begitu, kiper David de Gea tak bisa mengatasi tembakan macam ini dengan baik. Mulanya eks kiper Atletico Madrid itu mencoba menangkap, tetapi cengkeraman tangannya tak cukup kuat. Bola kemudian melewati ketiak sebelum masuk ke gawang.
Setelah gol itu, Barcelona kian di atas angin. Dalam 62% penguasaan bola, Barcelona bisa melepas tiga tembakan. Di akhir babak pertama, serangan balik cepat Barcelona bisa saja berujung gol. Akan tetapi, tembakan Messi kali ini berhasil ditepis De Gea.
Di babak kedua, Barcelona masih mendominasi serangan. Maka, jangan heran jika Coutinho bisa mencetak gol pada menit ke-61 tak lama setelah Alba melepas umpan. Dengan gol itu, Barcelona meraih kemenangan telak 3-0.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan