Pencarian populer
Lopetegui Saat Diperkenalkan Madrid: Saya Tetap Dukung Spanyol
Real Madrid memperkenalkan Julen Lopetegui. (Foto: Juan Medina/Reuters)
Kamis (16/6/2018) seharusnya menjadi hari penting buat Julen Lopetegui bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol. Di ruangan media pers Stadion Fisht Olympic, Sochi, La Furia Roja dijadwalkan menjalani jumpa pers untuk laga pertama Piala Dunia 2018 melawan Portugal sehari berselang.
Harapan Lopetegui menjalani Piala Dunia pertamanya mendadak sirna. Rabu (14/6), Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) melayangkan surat pemecatan karena sang juru taktik meneken kontrak dengan Real Madrid. Padahal, masa baktinya masih berlangsung sampai musim panas 2020.
Sebagai suksesor darurat, RFEF menunjuk Fernando Hierro. Pemilik nama terakhir pun mengambil alih kursi Lopetegui pada jumpa pers.
Lopetegui tidak lantas kehilangan momen berharga hari itu. Tidak lama setelah Hierro merampungkan sesi bersama media, Lopetegui mendapatkan kesempatan serupa. Memang tidak bersama Timnas Spanyol, melainkan klub barunya, Real Madrid.
Ya, bertempat di Stadion Santiago Bernabeu, markas Los Blancos, Lopetegui diperkenalkan sebagai pelatih anyar. Turut hadir Presiden Florentino Perez.
"Kemarin adalah hari paling menyedihkan bagi saya setelah wafatnya ibu. Namun, hari ini merupakan momen paling membahagiakan. Saya berharap tidak terlalu emosional, tetapi tetap harus mengucapkan terima kasih kepada Real Madrid dan presiden Perez atas kepercayaannya," tutur Lopetegui seperti dikutip dari AS.
"Saya juga menyadari bahwa klub ini menuntut hasil maksimal. Jadi, kami harus berjuang keras demi sejarah klub dan bahkan berupaya membuatnya lebih baik," katanya menambahkan.
Pulang ke Madrid karena kehilangan pekerjaannya saat Timnas Spanyol sudah berada di Rusia tidak lantas membuat Lopetegui membenci La Furia Roja. Bagi dia, dirinya tetaplah orang Spanyol.

Ramos dan pelatih Spanyol, Hierro. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Adalah sebuah kewajiban bagi Lopetegui untuk terus mendukung Spanyol, termasuk ketika melawan Portugal, Jumat (15/6). Meskipun, dalam laga itu, dia seharusnya bisa mendampingi Sergio Ramos dan kolega.
'Saya akan menonton pertandingan Spanyol dan mendukung mereka seperti orang Spanyol lainnya. Saya juga meyakini, kami akan memulangkan trofi Piala Dunia," ujar Lopetegui.
Terlepas dari sikap tak sentimen dari Lopetegui, masih tersisa satu pertanyaan besar: mampukah Spanyol berprestasi tanpa dirinya? Ingat, di bawah asuhan sosok 51 tahun ini, mereka melalui 20 pertandingan tanpa pernah terkalahkan.
Pun demikian buat Real Madrid. Apakah Lopetegui merupakan sosok tepat untuk melanjutkan kesuksesan Zinedine Zidane, yang memenangi tiga trofi Liga Champions secara beruntun?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: