Pencarian populer

Lovren: Yang Sering Blunder Itu Ramos

Perayaan Lovren usai Kroasia mengalahkan Rusia via adu penalti. (Foto: Reuters/Carl Recine)

Bagi Anda pendukung Liverpool tentu suka deg-degan bila Juergen Klopp memainkan Dejan Lovren di jantung pertahanan. Ya, pemain asal Kroasia ini memang terkenal suka melakukan blunder yang berakibat fatal bagi gawang Liverpool.

Maka dari itu, Lovren jarang sekali mendapat tempat di skuat utama Liverpool musim ini. Klopp lebih senang memainkan Virgil van Dijk dengan Joe Gomez sebagai duet bek tengah The Reds. Hingga pekan ke-10 Premier League ini, Lovren hanya tampil tiga kali. Apesnya, pemain berusia 29 tahun itu belum sama sekali mendapat tempat di Liga Champions.

Namun, itu semua tak menyulutkan hati dari Lovren. Bek tengah yang sukses membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia itu tetap mengaku bahwa dirinya sebagai bek terbaik di dunia.

"Mereka bilang saya punya musim yang jelek, tapi saya tidak setuju dengan itu. Saya berhasil menunjukkan saya bisa diandalkan dalam perjalanan Liverpool ke final Liga Champions dan sekarang saya ke final Piala Dunia bersama Kroasia. Dunia harus sadar bahwa saya lah bek tengah terbaik di dunia," ujar Lovren.

Usai membuat pernyataan bahwa dirinya adalah bek terbaik dunia, Lovren kembai membuat pernyataan yang mengejutkan. Mantan bek Olympique Lyon itu berkata bila bek tengah Madrid, Sergio Ramos, merupakan bek tengah yang sering melakukan blunder.

"Jika kamu lihat, Ramos itu lebih sering melakukan kesalahan daripada saya," ujar Lovren dilansir Copa 90.

"Tapi, dia beruntung berada di Real Madrid dan beberapa musim dia bermain dengan Cristiano Ronaldo. Yang mana dia masih bisa menang dengan skor 5-1 atau 5-2 dan orang-orang tidak melihat kesalahan yang ia buat. Saya tidak beruntung ketika saya membuat kesalahan pertandingan selesai dengan skor 1-0," tutur Lovren.

Ucapan Lovren memang ada benarnya, catatan Squawka musim ini saja sudah dua kali Ramos melakukan kesalahan. Rinciannya satu kesalahan Ramos ada yang berbuah gol dan satu lainnya tidak.

Uniknya, selain menjatuhkan Ramos, Lovren justru memuji Raphael Varane. Sebagaimana diketahui, Varane merupakan tandem Ramos di lini belakang Madrid. Varane pun memang sudah bergelimang gelar di usia yang masih 25 tahun.

"Saya suka Varane, dia sepantasnya mendapat banyak pujian tapi dia tidak mendapatkan hal tersebut. Malah Ramos yang banyak mendapat pujian, saya tidak setuju dengan itu," ujar Lovren.

Sergio Ramos menunjukkan ekspresi frustrasi saat Real Madrid dikalahkan Barcelona. (Foto: Gabriel Bouys/AFP)

"Tentunya Varane lebih baik dari Ramos saat ini dan beberapa musim belakangan. Varane memenangi Liga Champions dan Piala Dunia jadi dia pantas mendapat anugerah sebagai bek terbaik di dunia," tutup Lovren.

Well, kita tentu tak tahu apa yang membuat Lovren sebegitu sensinya dengan Ramos. Apakah Lovren masih kesal karena kapten Real Madrid itu membuat Mo Salah cedera saat final Liga Champions musim lalu? Bisa saja.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36