kumparan
20 Sep 2019 15:54 WIB

Maaf, Spurs Mungkin Bakal Gagal Mengalahkan Leicester

Mauricio Pochettino memberi instruksi kepada Son Heung-min. Foto: AFP/Ian Kington
Tottenham Hotspur gagal membawa pulang tiga angka di markas Olympiacos tengah pekan lalu. Spurs sebenarnya berhasil unggul dua gol dulu dalam duel fase grup babak Liga Champions itu. Namun, tim tuan rumah sukses mencetak sepasang gol balasan.
ADVERTISEMENT
Spurs terikat erat dengan yang namanya inkonsistensi. Setidaknya dalam empat musim ke belakang, mereka mulai tampil menantang di Premier League. Tapi, dalam durasi itu pula mereka selalu gagal mendulang gelar.
Salah satu pemicunya, ya, kelemahan mereka dalam menghadapi laga tandang itu tadi. Nah, ini yang bahaya. Sabtu (21/9/2019), Spurs akan menyambangi markas Leicester City pada laga Premier League pekan keenam.
Perlu diingat, kemenangan terakhir Spurs di laga tandang Premier League sudah cukup lama terjadi. 20 Januari lalu tepatnya. Pada pekan ke-23 edisi 2018/19 itu, mereka berhasil unggul 2-1 atas Fulham yang akhirnya terdegradasi di akhir musim.
Sementara enam pertandingan tandang setelahnya berakhir zonk. Well, kekalahan dari tuan rumah Chelsea, Liverpool, dan Manchester City mungkin sedikit bisa ditolerir. Namun, keok dari tim sekelas Burnley, Southampton, dan Bournemouth adalah sebuah keburukan.
ADVERTISEMENT
Kegagalan Spurs memetik tiga angka berlanjut di awal musim. Anak-anak asuh Mauricio Pochettino itu bermain imbang dengan Arsenal dan Manchester City. Bila ditotal, Spurs telah paceklik kemenangan dalam delapan laga tandang beruntun di Premier League.
Situasi ini berbanding terbalik dengan Leicester. Mereka efektif dalam memaksimalkan duel di kandang. Setelah seri dengan Wolverhampton Wanderers, The Foxes berhasil memukul Bournemouth tiga pekan berselang.
Mundur sedikit ke belakang, Leicester juga berhasil memuaskan para pendukungnya dalam dua laga kandang terakhir Premier League 2018/19. Arsenal mereka libas tiga gol tanpa balas, sedangkan Chelsea ditahan imbang 0-0.
Leicester City saat berhadapan dengan Manchester United. Foto: Reuters/Andrew Yates
Problem mereka tak berhenti sampai di situ. Buntut kegagalan Spurs meraih kemenangan atas Olympiacos merembet hingga ruang ganti. Harry Kane bahkan menyebut bahwa Pochettino frustrasi karena selalu melakukan kesalahan yang sama sejak lima tahun silam.
ADVERTISEMENT
Pochettino berusaha untuk bijak. Ia tak ambil pusing dengan komentar Kane pascalaga.
"Saya tidak akan menyuruh mereka (pemain) untuk diam dengan apa yang mereka katakan kepada saya. Karena saya tidak ada di sana, saya tidak dapat berbicara tentang maksud dari kata-kata itu," kata Pochettino dilansir talkSPORT.
Terlepas dari 'drama' tersebut, kontribusi Kane untuk Spurs memang sedang jeblok belakangan ini. Ia baru mencetak sebiji gol dalam empat pertandingan liga termutakhir. Padahal, pemain berusia 26 tahun itu sukses mengemas 4 gol dalam 2 laga terakhir bersama Tim Nasional Inggris.
Ekspresi kecewa Kane di laga Spurs lawan Newcastle. Foto: Reuters/John Sibley
See? Spurs masih dilanda inkonsistensi. Bukan tak mungkin mereka bakal gagal meraih poin penuh di kandang Leicester --sekaligus memperpanjang paceklik kemenangannya di Premier League.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan