Pencarian populer

Madura United vs Persebaya: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Persebaya vs Madura United. (Foto: Zabur Karuru/ANTARA)

Madura United penuh rasa waswas. Persebaya Surabaya sedang stabil. Dua riwayat itulah yang bakal jadi prolog Derbi Jawa Timur yang mempertemukan 'Laskar Sape Kerrab' dengan 'Bajul Ijo' pada pekan ke-10 Go-Jek Liga 1 di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (25/5/2018).

Sejak diarsiteki oleh Milomir Seslija, Madura United selalu berada dalam tempat yang diunggulkan. Catatan lima kemenangan, satu imbang, dan tiga kali kalah sudah cukup bagi mereka untuk berada diperingkat kelima klasemen sementara.

Madura United juga berpotensi mengakhiri pekan ke-10 dengan capaian yang lebih baik. Namun, sebelum pertandingan dimulai, mereka sedang dalam situasi yang pelik. Sebabnya, skuat asuhan Milo -demikian Seslija disapa- itu baru menelan pil pahit usai ditekuk Persipura Jayapura dengan skor telak 0-6 pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, Persebaya yang terseok-seok di awal kompetisi mulai menemukan bentuk permainannya. Hal tersebut terlihat dari grafik menanjak tim besutan Alfredo Vera dalam lima partai terakhir. Dalam periode tersebut, Persebaya meraih dua kemenangan, dua kali imbang, dan satu kekalahan.

Perlu digarisbawahi pula, bersama PSM Makassar dan Sriwijaya FC, Persebaya menjadi klub yang paling produktif ketika memainkan laga tandang. Total 5 poin dan 8 gol didapatkan Rendi Irwan dan kolega di markas lawannya.

Segala catatan yang menaungi kedua tim tentu menjadi aset bagi masing-masing kesebelasan. Pertanyaan kini, apa yang mesti dilakukan kedua tim agar keluar sebagai pemenang dalam laga yang bertajuk 'Derbi Jawa Timur' itu?

Alternatif bagi Madura United

Tidak bisa dipungkiri bahwa kunci ketajaman Madura United berada pada pemain sayapnya. Greg Nwokolo dan Bayu Gatra yang kerap mengisi tempat tersebut selalu bermain impresif. Mereka tidak cuma mengandalkan kecepatan untuk membongkar pertahanan lawan, tetapi juga olah bola yang ciamik.

Dua hal itu dilengkapi dengan akurasi tembakan yang bagus dalam situasi bola mati maupun open play. Tambahan atribut itu membuat mereka tampak sempurna untuk mengakhiri serangan Madura United. Lima dari 16 gol yang Madura United bukukan dalam sembilan pertandingan berasal dari tembakan Greg dan Bayu.

Namun demikian, Milo tidak boleh jemawa dengan kehebatan dua pemain tersebut. Melihat bek sayap Persebaya yang cekatan untuk menghentikan pergerakan lawan-lawannya, di antaranya Ruben Sanadi dan Abu Rizal Maulana.

Maka itu, Milo harus mengubah gaya bermain dengan tidak terpaku kepada sisi sayap dan mulai menilik keberadaan Alberto de Paula dan Zah Rahan Krangar sebagai sumber gol Madura United saat bersua Persebaya.

Beto -sapaan akrab Alberto- tidak bakal berhadapan dengan Octavia Dutra -yang masih menepi. Penyerang Brasil itu akan bertemu dengan M. Syaifuddin atau Fandri Imbiri yang memang jadi pilihan Vera dalam beberapa pertandingan terakhir.

Selebrasi gol Madura United. (Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Tanpa mencap Fandri dan Syaifuddin sebagai pemain yang jelek, tetapi absennya Dutra bisa jadi kesempatan bagi Beto untuk mencetak gol. Pun demikian dengan keberadaan Zah Rahan yang akan menguntungkan Madura United dalam beberapa hal.

Kecepatannya dapat dipakai untuk mengeksploitasi Fandri maupu Syaifuddin yang kerap bermain disiplin. Di sisi lain, keahliannya membaca ruang bisa meringankan beban Beto untuk mencetak gol.

Dengan menjadikan Beto dan Zah Rahan sebagai pusat serangan akan mempertajam serangan Madura United dan mempersulit barisan bertahan Persebaya untuk mengantisipasinya.

Gelandang Tengah sebagai Kunci Persebaya

Sejak didatangkan pada awal musim ini, Robertino Pugliara langsung memberikan pengaruh besar. Banyak yang menyebutkan bahwa dia cocok dengan skema Persebaya yang mengandalkan umpan daerah ke tepi lapangan.

Robertino bermain apik saat melawat ke markas Borneo FC pada pekan kedelapan. Selain menjadi distributor bola, dengan mendandalkan olah bola yang baik, pemain kelahiran Buenos Aires itu mampu menunaikan tugasnya sebagai metronom di lini tengah.

Secara khusus, Robertino punya kematangan yang baik di atas lapangan. Hal tersebut terlihat dari keputusan-keputusan yang dia ambil. Dia tahu kapan harus menahan bola lebih lama, mengirim umpan silang, atau melakukan tendangan dari jarak yang jauh.

Persebaya Surabaya vs Arema FC (Foto: Dok. Persebaya)

Dengan begitu, pemain sayap yang menjadi tumpuan Persebaya untuk mencetak gol mendapatkan suplai bola yang baik. Kuatnya lini tengah Persebaya tidak hanya dipengaruhi oleh kehadiran Robertino sendiri. Sang kapten, Rendi, punya kontribusi yang tidak kalah baiknya.

Pemain berusia 31 tahun itu memiliki visi bermain yang baik. Lalu, diusianya yang sudah tidak muda lagi, Rendi punya mobilitas yang tokcer. Oleh karenanya, tidak heran apabila keberhasilan Robertino dalam menunaikan tugas ada sosok Rendi yang menopangnya.

Memainkan Robertino dan Rendi dalam waktu yang bersamaan akan benar-benar membuat limpung lini tengah Madura United. Dan, itu tentu bakal membuahkan hasil positif bagi Persebaya.

***

Dalam laga yang disertai kata 'Derbi' di depannya, kunci kemenangan tidak cuma terletak pada hal-hal teknis saja. Urusan non-teknis semacam mental pemain akan sangat memengaruhi hasil pertandingan. Sebab, pertandingan akan berlangsung dengan tensi tinggi karena ada gensi yang mesti dijaga.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20