kumparan
8 Okt 2018 5:06 WIB

Mahrez Gagal Eksekusi Penalti, Guardiola Pasang Badan

Ekspresi Pep Guardiola usai laga Liverpool vs Manchester City. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Duel dua tim teratas Premier League itu akhirnya berjalan antiklimaks. Bermain di Anfield, baik tuan rumah Liverpool maupun Manchester City sama-sama gagal mencetak gol. Alhasil, kedua kesebelasan pun harus puas dengan tambahan masing-masing satu angka dan kini perolehan poin mereka disamai oleh Chelsea.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, di menit-menit akhir laga City sempat memiliki satu peluang emas untuk mencetak gol via titik putih. Pelanggaran Virgil van Dijk terhadap Leroy Sane memaksa wasit Martin Atkinson meniup peluit dan memberikan hadiah penalti untuk tim tamu.
Akan tetapi, Riyad Mahrez yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal melaksanakan tugas. Tembakan kaki kiri pemain asal Aljazair itu melambung di atas mistar dan itu membuat Liverpool urung dipermalukan di kandang sendiri. Seusai laga, pelatih City, Pep Guardiola, mengatakan bahwa kegagalan City mencetak gol dari titik 12 pas itu adalah salahnya.
"[Gabriel] Jesus ingin mengambil penalti itu, tapi aku membuat keputusan lain. Aku minta maaf," ucap Guardiola yang memberikan instruksi pergantian eksekutor via Benjamin Mendy.
ADVERTISEMENT
"Di sesi latihan, aku melihat Mahrez melatih tendangan penaltinya setiap hari dan itu membuatku percaya diri. Yang penting, ini akan jadi pelajaran berharga untuknya. Besok-besok aku yakin pasti [tendangannya] masuk, kok."
"Ya, normalnya, sih, yang menendang penalti seharusnya [Sergio] Aguero. Dalam enam, tujuh bulan terakhir sudah seperti itu. Tapi 'kan dia tadi ada di bangku cadangan. Pas pertama tadi, waktu Aguero masih di lapangan, penaltinya malah enggak dikasih."
"Mungkin kami butuh dua penalti buat bikin gol. Tapi, sudahlah. Aku enggak mau bicara soal wasit, soal keputusan-keputusannya. Yang penting adalah kita bicara soal pertandingan tadi," lanjut Guardiola.
Insiden pertama yang dimaksud Guardiola adalah ketika Aguero sendiri dijatuhkan oleh Dejan Lovren di kotak penalti. Pada kesempatan itu, Aguero sedang ambil ancang-ancang untuk memanfaatkan kesalahan umpan Joe Gomez. Namun, sebelum dapat kesempatan menendang, penyerang Argentina itu dijatuhkan oleh Lovren. Walau demikian, Atkinson tak menganggap kejadian itu sebagai sebuah pelanggaran.
ADVERTISEMENT
Tembakan penalti Riyad Mahrez mengangkasa. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Terlepas dari kasus-kasus penalti di atas, secara umum Guardiola mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Satu hal yang paling membuat pria Spanyol ini berbahagia adalah keberhasilan City meredam ketajaman Liverpool di Anfield.
"Mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan ke gawang. Di Anfield, itu adalah hal yang nyaris mustahil dilakukan. Inilah kenapa aku begitu menghargai penampilan timku. Ya, memang, kami agak bermasalah di depan. Soal kecepatan dan kreativitas kami agak kurang, tapi melawan Liverpool memang enggak gampang," papar Guardiola.
"Penampilan kami ditentukan juga oleh siapa lawan yang dihadapi. Pada pertandingan tadi kami berhasil mengontrol pertandingan dengan lebih baik, juga dengan second ball yang selama ini jadi kekuatan utama mereka. Pokoknya jangan sampai kehilangan bola di posisi berbahaya karena mereka punya [Roberto] Firmino, [Sadio] Mane, dan [Mohamed] Salah. Itulah yang berhasil kami redam," tutup pria 47 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
Well, Guardiola boleh berpuas hati. Akan tetapi, kegagalan City menang atas Liverpool itu membuat catatan buruk mereka bertambah panjang. Hasil imbang itu membuat City sama sekali tidak pernah menang atas Liverpool dalam empat pertemuan di tahun 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan