Pencarian populer

Maldini: UEFA-lah yang Memerlukan Milan

Maldini di bangku cadangan Milan pada sebuah laga Coppa Italia menghadapi Lazio. (Foto: AFP/Damian Meyer)

Serie A tak menjadi satu-satunya kompetisi di musim 2018/19 yang harus dituntaskan AC Milan dengan gelar juara. Masih ada Liga Europa yang menjadi ajang pembuktian bahwa Milan belum kehilangan tajinya di level Eropa. Berdasarkan hasil undian fase grup yang digelar pada Jumat (31/8/2018) di Grimaldi Forum, Monako, Milan tergabung di Grup F bersama Olympiacos (Yunani), Real Betis (Spanyol), dan Dudelange (Luksemburg).

Menyoal hasil undian Liga Europa tadi, Paolo Maldini yang kini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Strategis Milan ikut angkat bicara. Menurut sang legenda hidup, kepastian untuk berlaga di Liga Europa adalah kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan klubnya. Kompetisi ini menjadi batu pijakan awal yang tepat bagi Milan untuk memulai era yang baru.

"Rasanya menyenangkan bisa kembali di sini karena klub ini bisa kembali bertanding di Liga Europa. Tugas saya dan kompetisi sudah berubah. Tapi, ini adalah awal yang baru. Tentu saya merasa amat senang dengan keduanya," kata Maldini, dilansir Football Italia.

"Saya disenangkan dengan hasil undian ini. Di grup ini, ada Betis yang bakal memberikan perlawanan sulit. Kemudian, ada Olympiacos dan tim asal Luksemburg (Dudelange) yang tentunya bisa menjadi kejutan. Tapi, klub-klub ini masih ada dalam jangkauan kami. Saya percaya, tim ini ingin melangkah sejauh mungkin di Liga Europa," jelas Maldini.

Hitung mundur sebelum malam pengundian, Milan bahkan sudah diterpa drama menyoal keikutsertaan mereka di Liga Europa 2018/19. Yang menjadi permasalahan adalah ancaman hukuman UEFA terkait Financial Fair Play. Tadinya, Milan dihukum larangan berkompetisi di Eropa selama dua musim.

Walau mesti melewati proses yang berbelit-belit, pada akhirnya Milan terbebas dari hukuman karena pengajuan banding mereka ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) dikabulkan. Asa Milan untuk menimang gelar juara Eropa kembali meninggi.

Milan langsung berbenah. Sebelum musim kompetisi 2018/19 bergulir, yang ada dalam benak mereka tak sekadar perkara mendatangkan dan melepas pemain, tapi juga perombakan manajemen secara besar-besaran. Termasuk menggeser kepemilikan klub dari Li Yonghong kepada Elliott Management dan mendatangkan Maldini sebagai Direktur Pengembangan Strategis.

Tindakan-tindakan macam inilah yang membangkitkan optimisme Maldini bahwa Milan memang akan benar-benar membaik ke depannya. Walau sempat terancam hukuman UEFA, Milan tak perlu meletakkan diri sebagai inferior. Keberhasilan Milan terbebas dari hukuman dipandangnya sebagai upaya klub, bukannya hasil dari mengemis-ngemis meminta belas kasihan UEFA. Sederhananya, Milan bebas dari hukuman karena mereka memang layak untuk bebas.

Pemain AC Milan rayakan gol di laga vs Napoli. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)

"Saya tidak merasa Milan menjadi pihak yang harus memperbaiki hubungannya dengan UEFA. Saya pikir, UEFA-lah yang memerlukan Milan karena sejarah yang sudah ditorehkan di kompetisi-kompetisi Eropa. Milan akan memiliki kondisi dan aktivitas finansial yang mumpuni. Jadi, tidak akan ada masalah bagi mereka untuk menerima Milan bertanding di kompetisi Eropa," jelas sosok yang membela Milan selama 24 tahun 132 hari itu.

"Tim-tim Italia bahkan ikut ambil bagian dengan lebih serius di kompetisi ini (Liga Europa -red) dalam tiga atau empat musim terakhir. Keikutsertaan Milan di Liga Europa juga memberikan akses langsung ke Liga Champions. Terlebih, prestise Liga Europa sekarang juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah-sudah."

Keikutsertaan Milan di Liga Europa 2018/19 memang membuka kesempatan mereka untuk kembali berlaga di Liga Champions. Bila mereka menjuarai Liga Europa musim ini, Milan dapat melangkah ke Liga Champions 2019/20. Namun, jalur yang demikian tidak membuat Maldini memandang Milan sebagai tim inferior di kompetisi domestik. Walau Milan yang sekarang jauh berbeda dibandingkan dengan Milan yang diperkuatnya dulu, ia tetap meyakini bahwa Milan belum habis.

"Kami dapat bersaing di empat besar dan menjadi hebat di Liga Europa. Akan menjadi absurd kalau kami memilih satu kompetisi sebagai prioritas. Keduanya harus kami utamakan. Tim ini masih muda. Jadi, saya bersyukur di skuat ini ada pemain berpengalaman seperti (Gonzalo) Higuain. Keberadaannya menjadi begitu penting," terang Maldini, dilansir Football Italia.

"Peran saya di sini adalah sebagai direktur. Pengalaman saya di manajemen memang kurang, tapi saya memiliki banyak pengalaman di lapangan sebagai pemain. Makanya, saya berbagi tugas dengan Leonardo. Saya pergi ke Milanello dan berbicara dengan (Gennaro) Gattuso tentang kesulitan-kesulitannya. Saya pikir, saya dapat memberikan sesuatu yang lebih bagi klub ini," jelas Maldini.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60