kumparan
15 Mar 2019 6:38 WIB

Maurizio Sarri Ingin Chelsea Bertemu Napoli di Final Liga Europa

Maurizio Sarri mengawasi pemain-pemain Chelsea. Foto: Reuters/Paul Childs
Chelsea melangkah dengan gagah ke perempat final Liga Europa 2018/19, usai menundukkan Dynamo Kyiv 5-0 pada leg kedua 16 besar di Stadion NSK Olimpiyskiy, Jumat (15/3/2019) dini hari WIB. Hasil itu bikin The Blues unggul atas Kyiv dengan agregat 8-0.
ADVERTISEMENT
Kesuksesan Chelsea juga diikuti oleh Napoli. Meski Partenopei kalah 1-3 di markas Salzburg pada leg kedua, Napoli yang menang 3-0 pada pertemuan pertama di San Paolo, berhak lolos ke babak selanjutnya karena unggul agregat 4-3.
Pengundian babak perempat final Liga Europa sendiri akan dilakukan di markas UEFA, Nyon, Swiss, pada Jumat (15/3) malam WIB nanti. Dengan demikian, ada kemungkinan bagi Chelsea berhadapan dengan Napoli.
Namun, Maurizio Sarri justru mengaku bahwa dirinya lebih berharap akan bertemu Napoli di partai final yang terhelat di Baku pada 29 Mei mendatang.
"Saya berharap bisa menghadapi mereka (Napoli) di partai final. Itu berarti kami akan ada di final, yang membuat saya senang dan Napoli pun ada di sana, yang juga membuat saya senang," kata Sarri dilansir ESPN.
ADVERTISEMENT
Bagi Sarri, jika pertemuan Chelsea dengan Napoli di partai final benar terjadi, hal tersebut diakui sosok berusia 60 tahun ini akan menjadi momen emosional. Bukan tanpa pasal, Napoli adalah tempat di mana nama Sarri semakin besar dan dikenal sebagai salah satu juru taktik ulung.
"Akan sangat sulit untuk menghadapi Napoli, mengingat sejarah saya dengan klub tersebut," tuturnya.
Sarri datang ke Naples pada 2015 silam dengan curriculum vitae yang tak terlalu mentereng. Meski sudah berkecimpung di dunia kepelatihan sejak 1990, Sarri lebih banyak menghabiskan waktunya di kompetisi level kedua dan ketiga Italia.
Sarri saat Napoli dikalahkan Fiorentina. Foto: Reuters/Alberto Lingria
Dengan latar belakang yang tak benderang itu, Sarri mampu membuat Napoli jadi satu-satunya tim yang bersaing ketat dengan Juventus di pentas Serie A. Meski tak ada satu pun gelar yang dipersembahkan olehnya selama tiga tahun pengabdian, Sarri membawa Napoli jadi runner-up Serie A dua kali (2015/16, 2017/18).
ADVERTISEMENT
Nirtrofi juga tak membuat nama Sarri sunyi di bursa transfer pelatih yang dibuktikan dengan hadirnya pinangan dari Chelsea pada Juli 2018 untuk menjadikannya juru taktik 'Si Biru' sebagai pengganti Antonio Conte.
Well, meski Sarri berharap bisa bertemu Napoli di partai final nanti, langkah Chelsea untuk menuju ke sana tidaklah mudah. Tim-tim kuat lain macam Arsenal, Valencia, hingga Benfica pun meloloskan diri ke perempat final yang bisa saja menjadi lawan Chelsea selanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·