kumparan
12 Jun 2018 23:07 WIB

Melihat Rekam Jejak Lopetegui, Pelatih Anyar Real Madrid

Pelatih Spanyol, Julen Lopetegui. (Foto: Reuters/Susana Vera)
Bulan lalu, Julen Lopetegui baru saja menandatangani kontrak anyar hingga 2020 bersama Tim Nasional (Timnas) Spanyol. Namun, nasib seseorang kerap berubah begitu cepat dan itu pula yang terjadi kepadanya sekarang.
ADVERTISEMENT
Tiba-tiba saja, Selasa (12/6/2018) malam WIB ini, Real Madrid mengumumkan manajer anyar mereka. Dan tiba-tiba juga, orang yang ditunjuk untuk menggantikan Zinedine Zidane itu adalah Lopetegui.
Hal ini menarik karena setelah Zidane mundur pada 31 Mei 2018, nama Lopetegui tak muncul ke permukaan sebagai calon suksesor dirinya. Nama-nama yang justru mencuat ke permukaan adalah Arsene Wenger, Guti Hernandez, Maurizio Sarri, hingga Mauricio Pochettino.
Lopetegui sama sekali jarang disebut. Terlebih sejauh ini juga tak muncul desas-desus bahwa pelatih berusia 51 tahun itu bakal mennggalkan jabatannya selaku arsitek Spanyol. Apalagi, ya, itu tadi, dia baru menandatangani kontrak baru.
Sudut pandang menarik lainnya kemudian lahir jika kita melihat rekam jejak Lopetegui selaku manajer. Mantan pemain Barcelona itu tak punya banyak pengalaman (dan tak sukses) ketika menangani sebuah klub. Sebaliknya, dia justru moncer ketika menangani tim nasional, di level junior maupun senior.
ADVERTISEMENT
Di level klub, sebelum Madrid, Lopetegui hanya pernah menangani tiga tim: Rayo Vallecano, Madrid B, dan Porto. Dari tiga pengalaman itu, tak ada satu pun piala yang berhasil diraihnya. Bahkan, di Vallecano, dia dipecat hanya setelah melakoni 11 laga.
Di Madrid B, Lopetegui mencatatkan 38 pertandingan, dengan 18 di antaranya berhasil ia menangi atau mencatatkan rasio kemenangan sebesar 47,37%. Ketika di Porto, pencapaiannya memang membaik. Meski tak superior, Lopetegui mampu mencatatkan 53 kemenangan dari 77 laga atau mendapatkan rasio sebesar 68,83%.
Julen Lopetegui (Foto: REUTERS/Susana Vera)
Kegemilangan Lopetegui baru terlihat ketika dia menangani Spanyol, mulai dari U-19, U-21, hingga senior. Pada 2012, dia berhasil membawa Spanyol U-19 menjadi juara Eropa. Nama-nama seperti Kepa Arrizabalaga, Paco Alcacer, Saul Niguez, hingga Gerard Deulofeu adalah anak-anak asuhnya kala itu.
ADVERTISEMENT
Satu tahun berselang, giliran Spanyol U-23 yang dibawanya menjadi jawara Eropa. Tim berisikan nama-nama top macam David de Gea, Nacho, Marc Bartra, Koke, Rodrigo Moreno, Thiago, Alvaro Morata, Dani Carvajal, hingga Isco. Nama-nama yang sebagian besar dibawanya ke Piala Dunia 2018.
Lalu, ketika menjejak tim senior, kinerja Lopetegui juga ciamik. Meski belum berkompetisi di turnamen besar, Spanyol mampu tampil apik di Kualifikasi Piala Dunia serta laga-laga uji tanding. Dari 20 laga yang dilakoninya bersama La Furia Roja, tak satu pun yang berujung kekalahan.
Spanyol pun menjadi tim dengan catatan tak terkalahkan terpanjang menuju Piala Dunia 2018 ini. Dalam perjalanannya itu, negara-negara kuat macam Italia hingga Argentina pernah jadi korban Spanyol-nya Lopetegui. Negara yang disebut terakhir bahkan dihancurkan 6-1.
ADVERTISEMENT
Dengan segala rekam jejak itu, mampukah Lopetegui meneruskan jejak Zidane untuk membuat Madrid berprestasi?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan