kumparan
22 Mar 2019 15:23 WIB

Memphis Depay: Melempem di Lyon, Buas di Belanda

Memphis Depay tampil gemilang di laga melawan Belarusia. Foto: REUTERS/Piroschka Van De Wouw
Benar adanya penampilan Memphis Depay bersama Olympique Lyonnais musim ini kurang oke. Bersama tim berjuluk Les Gones itu, Memphis hanya membukukan 8 gol dan 14 assist dari total 37 pertandingan musim ini. Tetapi, aksinya bersama Timnas Belanda merupakan sebuah cerita berbeda.
ADVERTISEMENT
Tengok saja apa yang dilakukan Memphis kala skuat berjuluk Oranje itu menang 4-0 atas Timnas Belarus di Stadion De Kuip dalam laga kualifikasi EURO 2020 di Stadion De Kuip, Jumat (22/3/2019) dinihari WIB. Di laga itu, pemain kelahiran Moordrecht, Belanda, itu menciptakan 2 gol dan 2 assist untuk negaranya.
Belanda dan Lyon, sih, sama-sama bermain dengan pakem 4-3-3. Walau begitu, Memphis mendapatkan peran berbeda di negara dan di klub. Jika Memphis mendapatkan tugas sebagai pembantu Moussa Dembele sebagai ujung tombak Lyon, maka bersama Belanda dialahyang menjadi striker tunggalnya.
Di posisi tersebut, Memphis mendapatkan peran false nine dan peran ini dapat dilakukannya dengan baik. Dalam suatu waktu di pertandingan melawan Belarus, Memphis bisa tiba-tiba berada di depan gawang demi memberikan tekanan. Seperti proses golnya saat laga ini berjalan baru semenit.
ADVERTISEMENT
Memphis melihat Igor Shitov melancarkan operan tanggung kepada kiper Andrey Harbunow ketika Belarus tengah membangun serangan dari bawah. Dari situlah dia yakin perlu sigap bergerak merebut bola. Aksi tersebut berjalan sesuai rencana Memphis, dan tak lama dia berhasil mencetak gol.
Memphis Depay merayakan gol bersama Frenkie de Jong dan Ryan Babel. Foto: Reuters/Piroschka van de Wouw
Pada menit ke-20, Memphis menunjukkan kepiawaiannya kreator gol. Ketika itu, dia berada di kotak penalti dan telah menerima umpan lambung dari Steven Bergwijn dari pinggir kanan lapangan. Demi menutup ruang tembak, para pemain Belarus bergegas memberikan kawalan ketat kepada Memphis.
Sadar situasinya begitu, Memphis memilih untuk tak memaksakan melancarkan tembakan. Eks pemain PSV Eindhoven itu menahan bola sejenak, sebelum melancarkan umpan backheel kepada Georginio Wijnaldum. Dengan situasi lepas kawalan, Gini – panggilan Wijnaldum – mampu mencetak gol.
ADVERTISEMENT
Namun, kemahiran Memphis dalam menjalankan tugas sebagai false nine tak hanya terlihat dari gol dan umpan. Tak jarang, Memphis juga turun ke tengah demi memberikan ruang kepada rekan-rekannya untuk mencetak gol. Ketika Belanda diserang, Memphis juga tak segan untuk turut menekan.
Yup, dapat disimpulkan, perubahan peran itulah yang membuat Memphis terlihat berbeda ketika tampil untuk Belanda dan Lyon.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan