Pencarian populer

Menang Adu Penalti atas Swiss, Inggris Rebut Tempat Ketiga

Harry Maguire sukses mencetak gol dalam adu penalti antara Timnas Inggris dan Swiss. Foto: Rafael Marchante
Timnas Inggris menebus kegagalan ke final UEFA Nations League dengan merebut tempat ketiga. Dalam laga penentuan di Estadio D. Afonso Henriques, Minggu (9/8/2019) malam WIB, pasukan Gareth Southgate menang adu penalti 6-5 atas Swiss setelah skor 0-0 bertahan selama 120 menit.
ADVERTISEMENT
Adalah Jordan Pickford yang pantas mengambil lakon protagonis Timnas Inggris di laga ini. Pasalnya, sang penjaga gawang tak cuma menggagalkan satu dari enam penendang Swiss. Dia turut maju sebagai eksekutor dan sukses menunaikan tugasnya.
***
Pola 4-3-3 masih menjadi andalan Inggris untuk laga ini. Yang membedakan, pelatih Gareth Southgate melakukan perombakan besar-besaran di susunan starter dibandingkan komposisi saat menghadapi Belanda di semifinal.
Untuk lini pertahanan, sang juru taktik cuma mempertahankan kiper Jordan Pickford dan bek Harry Maguire. Sementara di tengah dan depan, hanya Fabian Delph serta Raheem Sterling yang kembali menjadi pilihan utama.
Namun, rotasi yang diterapkan Southgate tak memengaruhi permainan Inggris. Armada 'Tiga Singa' mampu mendominasi Swiss yang turun dengan komposisi terbaik --termasuk Xherdan Shaqiri sebagai penyerang lubang dan Granit Xhaka di tengah.
ADVERTISEMENT
Bahkan, Inggris seharusnya sudah unggul andai penyelesaian akhir Harry Kane lebih tenang pada menit ketiga. Penyerang Tottenham Hotspur ini coba melepaskan tembakan lob, tetapi bola masih melenceng tipis dari sasaran.
Ancaman Inggris semakin deras setelah peluang tersebut. Utamanya berkat full-back Tren Alexander-Arnold yang rajin melakukan overlap. Menit ke-29, pergerakan penggawa Liverpool itu di sisi kanan menghadirkan bahaya untuk Swiss. Sayang buat Inggris, Nico Elvedi melakukan sapuan sebelum Sterling menyambar bola mendatar.
Giliran Dele Alli yang coba dimanjakan Alexander-Arnold enam menit berselang. Alli sudah mengungguli Fabian Schaer di kotak penalti, tetapi sepakannya belum mampu menggetarkan jala Swiss. Dengan sejumlah penghamburan peluang, Inggris pun terpaksa menutup paruh pertama dengan skor kacamata.
ADVERTISEMENT
Otoritas permainan belum berpindah selepas jeda. Dan, upaya Inggris dalam membuka skor masih lebih menonjol dibandingkan sang lawan.
Keran gol Inggris hampir saja terbuka pada menit ke-56, ketika Schaer hampir melakukan gol bunuh diri ke gawang Swiss. Usahanya menghalau percobaan Kane malah membuat bola bergulir ke gawang sendiri. Untungnya ada tiang gawang yang menyelamatkan Swiss.
Sebaliknya, Swiss masih kesulitan menciptakan peluang via open play. Hanya spekulasi dari luar kotak yang bisa menjadi jalan buat mereka. Terlihat dari percobaan Xhaka yang masih bisa dihalau Pickford semenit setelah momen Schaer.
Performa minor itulah yang mendorong Petkovic untuk melakukan pergantian lebih cepat. Saat waktu normal masih menyisakan 25 menit, dia sudah menarik keluar Xherdan Shaqiri serta Edimilson Fernandes. Lalu, Steven Zuber dan Denis Zakaria masuk sebagai pengganti.
ADVERTISEMENT
Southgate merespons keputusan Petkovic lima menit berselang. Dia menarik Danny Rose demi memberikan tempat kepada Kyle Walker. Kemudian, Kane yang menyia-nyiakan sejumlah kans terpaksa menyerahkan posisinya untuk Callum Wilson.
Pemilik nama terakhir langsung menyedot atensi tujuh menit setelah masuk ke lapangan. Memanfaatkan bola liar hasil tandukan Dele Alli, Wison menggetarkan jala gawang Swiss.
Callum Wilson sempat merayakan gol Timnas Inggris ke gawang Swiss sebelum dianulir. Foto: Rafael Marchante/Reuters
Wilson dan para penggawa 'Tiga Singa' sudah melakukan selebrasi, tetapi lesakan tersebut dianulir setelah wasit Ovidiu Hategan meninjau tayangan ulang via video assistant referee. Wilson divonis melanggar Manuel Akanji sebelum gol terjadi.
Dengan pembatalan gol Wilson, Inggris menutup waktu normal tanpa mampu memecah kebuntuan. Perjuangan terpaksa berlanjut hingga babak tambahan, seperti ketika mereka mengarungi laga semifinal kontra Portugal.
ADVERTISEMENT
Babak tambahan menjadi periode kegemilangan Yann Sommer. Dengan dua penyelamatan beruntun, dia menjaga kesterilan gawang Swiss.
Prosesnya bermula dari umpan silang Alexander-Arnold pada menit ke-95. Bola yang ditanduk Alli dihalau oleh Sommer. Sang kiper lekas bangkit untuk mengagalkan upaya rebound dari Sterling.
Namun, stori heroik Sommer tak berlanjut hingga babak adu penalti. Dia gagal menghalau eksekusi enam pemain Inggris, termasuk Pickford yang ikut maju. Sementara, pemilik nama terakhir sukses mengamankan bola tendangan Josip Drmic sebagai penendang pemungkas Swiss.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85