Pencarian populer
Menanti Egy Maulana Vikri, Menyerasikan Skuat dengan Taktik
Pelatih bola Timnas Indonesia U19 Indra Sjafri (kanan) memberi instruksi kepada Egy Maulana Vikri saat melawan Timnas Yordania U19. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Ada tiga pemain yang urung memperkuat Timnas U-22 Indonesia sampai pemusatan latihan tahap pertama jelang Piala AFF tamat. Mereka adalah Ezra Walian, Saddil Ramdani, dan Egy Maulana Vikri. Kendati begitu, pelatih Indra Sjafri tak menaruh kekecewaan.
Wajar saja karena faktor penyebabnya tergolong logis. Ezra, misalnya, telah bergabung dengan RKC Waalwijk untuk mengarungi putaran kedua Eerste Divisie --liga level kedua Belanda.
Pun demikan dengan Egy tengah bersiap mengarungi Ekstraklasa --kompetisi level pertama di Polandia-- bersama Lechia Gdanks. Sementara itu, Saddil yang baru direkrut Pahang FA sedang mengintegrasikan diri dengan tim via laga-laga pramusim.
Belum bergabungnya ketiga pemain itu mendapat sorotan tajam. Dengan kapabilitasnya, baik Ezra, Saddil, maupun Egy dinilai mampu menambah daya ledak tim. Terlebih lagi, dua nama terakhir merupakan pilar pelatih 55 tahun itu saat berseragam Timnas U-19.

Ezra Walian dan Egy Maulana Vikri. (Foto: Twitter/@ezzie1020 dan ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

PSSI sejatinya telah berupaya mendatangkan Ezra dengan melayangkan surat kepada RKC Waalwijk, tetapi batang hidung pemain 21 tahun itu masih tak terlihat. Tindakan serupa dilakukan Indra untuk pemanggilan Egy dan hasilnya pun nihil.
"Saya tidak bisa memastikan karena pemain itu yang punya klub. Namun, untuk Egy saya sudah berkomunikasi dengan Lechia, Saddil juga saya sudah berkomunikasi dengan klubnya. Perlu waktu yang tepat untuk bergabung dengan timnas," kata Indra di Lapangan A Gelora Bung Karno, Sabtu (12/1/2019).
Kedatangan ketiga pemain itu memang sangat dinantikan, tetapi mencuatkan pertanyaan apabila mereka bergabung mepet dengan pelaksanaan Piala AFF U-18 dari 17 Februari sampai 2 Maret 2019 mendatang. Mengingat, Indra begitu selektif dalam menentukan skuat.
Ada banyak aspek yang menjadi tolok ukur eks juru taktik Bali United itu. Selain kualitas teknik, Indra menyasar pula aspek lain macam kesehatan, fisioterapi, dan kecerdasan. Meski demikian, Indra mengatakan bahwa pemusatan latihan kali ini bukanlah proses seleksi.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri. (Foto: Okky Ardiansyah/kumparan)

"Sebenarnya ini (pemusatan latihan) bukan seleksi. Tak ada seleksi di Timnas (U-22). Saya hanya mencari pemain yang cocok dengan model permainan saya. Jadi, bukan menyeleksi pemain," ucapnya.
"Setiap posisi 'kan ada tiga pemain. Nanti kami pasti akan menyusun peringkat. Siapa yang pertama, kedua, dan ketiga. Nah, yang ketiga itu bismillah akan saya coret. Siapa yang ketiga itu? Nanti, saya punya tim yang akan memberikan masukan kepada saya," tutupnya.
Kendati pemusatan latihan tahap pertama usai, pencarian Indra belum berakhir. Pada Senin (14/1), Timnas U-22 akan kembali menggelar pemusatan latihan tahap dua dengan komposisi yang berbeda.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: